Hampir Satu Bulan Krisis Air, Warga Clapar Dapat Bantuan

Sejumlah personil kepolisian tengah memberikan bantuan air bersih di Dusun Clapar III, Desa Hargowilis, Kecamatan Kokap, Selasa (9/7/2019). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
10 Juli 2019 09:37 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-- Warga Dusun Clapar III, Desa Hargowilis, Kecamatan Kokap sejak satu bulan bulan terakhir mengalami krisis air. Menanggapi hal itu, jajaran Kepolisian Sektor Kokap, memberikan bantuan dua tangki air bersih kepada warga di sana, Selasa (9/7/2019).

Bantuan ini menyasar 70 kepala keluarga yang mengalami krisis air. Adapun total KK di Dusun Clapar III sebanyak 170 an.

"Kami dapat laporan jika warga di sini kesulitan air, sehingga kami berinisiatif membantu, dengan cara ini semoga bisa meringankan beban warga," kata Kapolsek Kokap, AKP Satrio Arif Wibowo di sela-sela pemberian bantuan air bersih, Selasa siang.

Arif mengatakan bantuan ini juga dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Bhayangkara ke 73. Perayaan yang diselenggarakan Polsek Kokap lanjutnya memang berfokus pada bhakti sosial masyarakat.

Sementara itu Kepala Dusun Clapar III, Suratno mengatakan bantuan air ini sangat berarti bagi warga. Pasalnya, sejak Juni, peresedian air di sungai yang berjarak 500 meter dari dusun tersebut mulai berkurang. Padahal itu satu-satunya sumber air warga yang tidak teraliri pipa PDAM saat kemarau melanda. Akibatnya, warga kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih.

Dia mengungkapkan kondisi ini sudah terjadi sejak lama. Diharapkan pemerintah Kabupaten Kulonprogo bisa segera turun tangan dan menemukan solusi atas permasalahan ini.

Diberitakan sebelumnya permohonan bantuan air bersih ke Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kulonprogo mulai berdatangan. Sejumlah desa dari tiga kecamatan telah mengajukan proposal resmi bantuan droping air.

Kepala Dinsos P3A Kulonprogo, Eka Pranyata, mengatakan desa-desa yang telah mengajukan bantuan itu berada di Kecamatan Kokap, Girimulyo, dan Samigaluh. Penyebabnya, warga di sana mulai kesulitan memperoleh air bersih akibat musim kemarau.

"Minggu kemarin laporan mulai masuk ke kami, untuk Kecamatan Kokap ada di Dusun Clapar, Desa Hargowilis dan Dusun Plampang, Desa Kalirejo, sementara untuk Samigaluh ada tiga desa, yakni Desa Purwoharjo, Kebonharjo, dan Banjarsari. Untuk Girimulyo di Desa Purwosari," ungkapnya, Jumat (5/7).

Terkait wilayah yang berpotensi kekeringan tahun ini, Komandan Taruna Siaga Bencana (Tagana), Kulonprogo, Miskijo mengatakan ada sekitar 23 desa di delapan kecamatan. Hal ini berdasarkan hasil assesmen pihaknya beberapa waktu lalu.

Wilayah-wilayah tersebut yakni Kecamatan Kalibawang, empat desa; Kecamatan Nanggulan, dua desa; Kecamatan Girimulyo, empat desa; Kecamatan Sentolo, tiga desa; Kecamatan Kokap, lima desa; Kecamatan Pengasih, dua desa; Kecamatan Panjatan, satu desa dan Kecamatan Samigaluh, enam desa.