Hotel Bintang di Sekitar Bandara Baru Akan Tumbuh Jika Syarat ini Terpenuhi

Penerbangan komersial pertama di Bandara Internasional Yogyakarta, Senin (6/5/2019). - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
10 Juli 2019 19:22 WIB Herlambang Jati Kusumo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Istidjab Danunagoro. Mengatakan pertumbuhan hotel bintang di kawasan Kulonprogo belum terlihat. Baru homestay yang mulai bermunculan seiring beroperasinya Bandara Internasional Yogyakarta atau Yogyakarta International Airport (YIA)

“Setelah ada penerbangan langsung baik dari Singapura, Malaysia, Thailand, dari Eropa, dan berbagai negara lain harapannya dapat mendongkrak wisatawan, sehingga muncul hotel, restoran,” kata Istidjab, Selasa (9/7/2019).

Menurut Istidjab, hotel bintang diperkirakannya baru tumbuh pesat 10 tahun lagi.

Istidjab optimistis bandara baru akan menambah jumlah wisatawan, dengan catatan perlu akses menuju bandara YIA harus mudah.

Sementara, 65 atau sepertiga penerbangan di Bandara Adisutjipto, Sleman, akan diboyong ke Bandara Internasional Yogyakarta atau Yogyakarta International Airport pada Oktober mendatang. Saat ini dalam satu hari ada 188 penerbangan di Bandara Adisutjipto, Sleman.

General Manager Bandara Adisutjipto, Agus Pandu Purnama mengungkapkan saat ini sudah ada lima penerbangan, empat dari Batik Air dan satu dari Citilink yang pindah ke YIA. Kemudian pekan depan ada satu lagi penerbangan dari maskapai Air Asia menuju Lombok yang digeser ke Kulonprogo.

"Nanti tanggal 17 Juli kami akan adakan rapat dengan sejumlah maskapai terkait dengan pemindahan ini, penerbangan mana saja yang akan pindah, menunggu hasil pertemuan itu," kata Pandu.

Menurut Pandu, 65 penerbangan di Bandara Adisutjipto dipindah secara bertahap ke YIA.

“Kalau internasionalnya kami menunggu sampai terminal rampung semua ya karena belum selesai. Target Desember, kami masih melihat ada kebutuhan ada finshing juga,” kata Agus.

Komunikasi dengan sejumlah maskapai dari luar negeri juga telah dilakukan. “Sudah ada yang berminat serta bertemu beberapa kali, seperti Qantas Australia, kemudian dari Hong Kong, dan Arab Saudi,” katanya.

Diharapkan pada 2020 nanti penerbangan langsung (direct flight) dari luar negeri sudah bisa terealisasi dan dapat mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara. Saat ini, jumlah penumpang di YIA sudah mulai meningkat. Rata-rata jumlah penumpang per harinya mencapai 1.000.

Pemindahan penerbangan juga berkaitan dengan kian tingginya animo masyarakat menggunakan fasilitas di YIA. Angkasa Pura mencatat pada Mei lalu, ada 62 penerbangan dengan jumlah penumpang sebanyak 2.935 orang. Sebulan kemudian atau pada Juni, jumlahnya melonjak jadi 290 penerbangan dengan total penumpang mencapai 27.717 penumpang.

Okupansi penerbangan rute Palangkaraya menjadi yang tertinggi karena di atas 65%. Disusul YIA-Cengkareng sebanyak 50%.

"Marketnya bermacam-macam, ada mahasiswa, pekerja banyak juga ke Palangkaraya ini banyak juga ternyata juga ada dari Jawa Tengah," katanya.

Dia menjelaskan progres pembangunan YIA sudah mencapai 65%. Saat ini Angkasa Pura (AP) 1 fokus membangun terminal yang sekarang baru 12.960 meter persegi, akan dikembangkan menjadi total luas 219.000 meter persegi.

"Beberapa bangunan pendukung salah satunya kargo juga dalam proses penyelesaian akhir, sarana-sarana lain pendukungnya termasuk ada nanti gedung parkir ada tiga lantai dan lain-lainnya juga masih kami kerjakan," katanya.