Siswa SMA Olifant Peduli Lingkungan & Sejarah Jogja

Siswa kelas X Olifant High School berfoto bersama di sela-sela masa pengenalan lingkungan sekolah beberapa waktu lalu. / Ist. - Olifant High School
12 Juli 2019 06:27 WIB Herlambang Jati Kusumo Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Siswa Olifant High School (OHS) atau SMA Olifant mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah selama satu pekan.

Sebagai sekolah yang menerapkan blended learning & integrasi teknologi dalam pembelajaran, pada masa pengenalan lingkungan sekolah ini, siswa kelas X banyak menggunakan integrasi teknologi dalam kegiatan yang dikemas dalam Sociopreneur Journey, Change Start With You.

“Memberikan stimulasi pengembangan karakter sociopreneur yang merupakan tujuan lulusan OHS atau SMA Olifant. Tahun ini fokus pada disiplin diri dan memberikan dampak ke lingkungan untuk semakin mengurangi penggunaan sampah plastik,” ucap Public Relations Officer Olifant School, Mariana Hastuti, melalui siaran pers, Rabu (10/7).

Misalnya dengan mengakses mesin pencarian Ok Google siswa kelas X menghadap tantangan untuk memecahkan beberapa petunjuk untuk menyelesaikan tugasnya. Misalnya untuk menemukan kata kunci pencarian tentang sekolah, mencari titik kumpul sebelum mereka memulai pengamatan dan penelitian tentang penggunaan plastik di area Jogja, ataupun mencari informasi tentang gedung – gedung bersejarah yang mereka kunjungi serta informasi berkaitan dengan observasi dan penelitian mereka mengenai konsumsi plastik dan pengelolaannya.

Mengambil area lokasi pengamatan dan penelitian dari daerah Tugu Pal Putih hingga Titik Nol Jogja, mereka mulai mengumpulkan data tentang konsumsi plastik yang dilakukan oleh masyarakat serta seberapa plastik volume plastik yang mencemari lingkungan di area tersebut. Selain mengamati, mereka juga mewawancarai masyarakat yang mereka temui dan mengambil data tentang konsumsi plastik harian. Hasil data mereka akan disajikan dalam bentuk video yang akan dipublikasikan dalam laman Olifant School.

“Kegiatan ini dilakukan secara berkelompok, sehingga masing–masing anggota memiliki peran partisipasi dan berkolaborasi dengan rekan sekelompok, baik dalam pengamatan, reportase, perekaman dan lainnya. Dalam melaksanakan tugas ini, mereka juga mengembangkan kemampuan berpikir logis dan analitis serta kemampuan komunikasi yang asertif dalam mempersiapkan hasil pengamatan mereka,” katanya. 

Kearifan Lokal

Selain mengembangkan rasa keperdulian terhadap lingkungan, kegiatan kali ini juga mengusung moto Olifant School yaitu International Teaching Method, Adapted to Local Culture. Hal itu yang mendasari pemilihan lokasi pengamatan dari mulai tugu Golong Gilig, Area Malioboro dan Gedung Kepatihan yang merupakan beberapa contoh bangunan bersejarah serta menjadi ikon Jogja. Siswa kelas X mengakhiri perjalanan di Istana Jogja yang juga dikenal sebagai Gedung Agung. Mereka berkesempatan melihat dan belajar di sudut–sudut Gedung Agung serta mengunjungi Museum Istana Kepresidenan yang juga berada di dalamnya, sekaligus mendapatkan pengetahuan sejarah dari pendamping yang menyertai perjalanan mereka.

“Masa pengenalan lingkungan sekolah bukan hanya berarti mengenal lingkungan sekolah. Tetapi lebih penting adalah bagaimana memberikan penanaman pemikiran kepada siswa apa peran mereka dan fungsi ilmu yang mereka pelajari di sekolah untuk lingkungan sekitar mereka dengan memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat sekitar. Selamat memasuki tahun ajaran baru bagi anak–anak dan selamat mendampingi bagi orang tua,” ujarnya.