Daftar Rute Trans Jogja 2026 Terbaru, Cek Jalur dan Tarif Lengkap
Daftar rute Trans Jogja 2026 terbaru beserta tarif lengkap. Simak jalur bus Trans Jogja yang menghubungkan pusat kota hingga kawasan pinggiran DIY
Sejumlah produk karya mahaswa UAD yang dipamerkan dalam kunjungan British Council, Senin (15/7/2019). /Ist-UAD.
Harianjogja.com, JOGJA—Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta menyasar wanita korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan penyandang disabilitas untuk pemberdayaan ekonomi melalui program Developing Inclusive and Creative Economies (DICE) dari British Council.
Kepala Kerja Sama dan Inkubasi Bisnis Kantor Urusan Bisnis dan Inovasi UAD Hari Haryadi menjelaskan UAD mendapatkan kepercayaan dari British Council dalam rangkaian program DICE bersama sejumlah perguruan tinggi terpilih lainnya di Yogyakarta. Sehingga memiliki kesempatan untuk mengakses dana dari British Council sekitar 2 juta poundsterling. DICE merupakan program kedutaan Inggris dengan pendekatan inovatif dan lintas sektoral bidang ekonomi kreatif dan ekonomi sosial untuk pengembangan ekonomi inklusif.
“Harapannya dari program ini kami menjadi partner strategis dari British Council untuk pengembangan ekonomi kreatif inklusif di Indonesia, khususnya Yogyakarta,” terang dia dalam rilisnya, Selasa (16/7/2019).
Untuk memastikan pihak kampus memiliki kemampuan melakukan program DICE, tim dari British Council telah melakukan kunjungan secara langsung ke Kampus UAD, Senin (15/7/2019). Dalam kunjungan itu, tim dari British Council meninjau sejumlah inkubator bisnis yang dikembangkan UAD.
Hari mengatakan untuk menjalankan program itu pihaknya akan fokus dengan menyasar kalangan perempuan korban perceraian dan KDRT serta penyandang disabilitas. Saat ini sudah mengidentifikasi sekitar 30 kelompok rentan tersebut yang akan segera disasar melalui program ini. Jumlah itu ke depan akan terus bertambah untuk dilakukan pendampingan beragam program ekonomi kreatif.
“Kami menyasar perempuan korban KDRT ini, atau korban perceraian karena selama ini belum banyak yang memberikan perhatian, padahal mereka banyak yang secara ekonomi butuh bantuan. Melalui program ini kami akan berikan pendampingan,” ujarnya.
Wakil Rektor IV UAD Profesor Sarbiran menambahkan dalam kunjungan tim dari British Council pihaknya menampilkan berbagai karya penelitian dosen dan mahasiswa di bidang usaha atau inovasi bisnis. “Memang dari hasil penelitian kami menemukan masih banyak yang perlu dibantu terutama masyarakat pedesaan untuk dididik agar secara mandiri bisa membuka usaha, berinovasi bisnis, kehadiran British Council ini tentu sangat berarti bagi kami,” katanya.
Dosen Bisnis Jasa Makanan UAD Retno Syari Septiani menyatakan, bersama mahasiswa ia mengembangkan suatu produk inovasi bisnis dengan membuat mie dari ampas tahu. Jenis usaha ini tentu bisa dihadirkan dari perjalanan mendukung program DICE untuk dijadikan sebagai materi bisnis kepada masyarakat yang akan dibina.
“Mie dari ampas tahu yang kami bikin ini malah sehat karena tidak termasuk gluten, tetapi protein tinggi. Meskipun ampas tetapi ada beberapa protein yang masih ada,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Daftar rute Trans Jogja 2026 terbaru beserta tarif lengkap. Simak jalur bus Trans Jogja yang menghubungkan pusat kota hingga kawasan pinggiran DIY
UII, SEAMEO BIOTROP, dan SEAQIM mendorong ekonomi sirkular berbasis STEM-ESD untuk mengolah limbah menjadi produk bernilai ekonomi.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Selasa 1 Juli 2026 tersedia sejak pagi hingga malam. Simak jadwal lengkap keberangkatan terbaru.
BTNGM memastikan pendakian Gunung Merapi masih ditutup karena status Siaga Level III dan aktivitas erupsi masih tinggi.
Cek jadwal Angkutan KSPN Jogja Rabu 1 Juli 2026 menuju Obelix Sea View dan Pantai Drini. Tarif mulai Rp12.000 dari Malioboro.
Simak perbandingan iPhone 17e dan iPhone 16e, mulai cip A19, MagSafe, kamera, kapasitas penyimpanan, hingga harga di Indonesia.