20 Tahun Gempa Jogja, Sekolah di Sesar Opak Diperkuat Hadapi Bencana
Kemenko PMK dan TWC perkuat 10 sekolah di Sesar Opak lewat program SPAB. Momentum 20 tahun Gempa Jogja dorong budaya sadar bencana.
Ilustrasi jalan tol/JIBI-Bisnis Indonesia-Nurul Hidayat
Harianjogja.com, JOGJA—Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akan memperhatikan potensi wisata yang cukup banyak di DIY sebelum membangun jalan tol. Keberadaan tempat wisata membuat tol yang melintasi DIY tidak akan dibuat melayang seluruhnya.
“Jogja terkenal dengan pariwisatanya sehingga akses yang memungkinkan para pengguna ke tempat wisata. Jadi potensi wisata seperti Borobudur, Prambanan dan lainnya tetap diperhatikan,” Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Sugiyartanto seusai bertemu dengan Gubernur DIY Sri Sultan HB X, Kamis (18/7/2019).
Akses ke lokasi-lokasi wisata tersebut juga sejalan keinginan Pemda DIY agar pembangunan jalan tol bisa menumbuhkan ekonomi masyarakat.
“Maka konstruksi jalan tol tidak semua elevated [melayang], ada yang at grade [di darat]. Kami juga melihat kondisi tanah. Daerah yang rendah bisa jadi pilihan alternatif untuk elevated. Kalau elevated semua biayanya mahal,” kata Sugi.
Gubernur DIY Sri Sultan HB X mengusulkan agar jalan tol yang dibangun pada titik-titik tertentu juga dilengkapi dengan underpass. Usulan tersebut muncul agar titik-titik tertentu akses masyarakat di suatu wilayah yang dilewati jalan tol tidak terganggu. “Itu yang saya usulkan. Untuk yang lain sudah selesai dibahas,” kata Sultan.
Adapun Kepala Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit mengatakan usulan Sultan tersebut masih perlu dipertajam dengan survei. “Apakah nanti [underpass] di jalan tol atau non-tol.”
Danang mengaku sejauh lahan dan geografi memungkinkan, pembangunan jalan tol bisa di darat. “Tentu kami melihat kondisi lapangan. Fokusnya menghindari sebanyak mungkin permukiman, sawah dan lokasi cagar budaya,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemenko PMK dan TWC perkuat 10 sekolah di Sesar Opak lewat program SPAB. Momentum 20 tahun Gempa Jogja dorong budaya sadar bencana.
Program MBG serap 1,28 juta tenaga kerja dan libatkan ribuan UMKM. Dampaknya terasa dari dapur hingga sektor pangan nasional.
Persis Solo terdegradasi ke Liga 2 meski menang 3-1. Suporter kecewa, Wali Kota Solo minta tim segera bangkit.
Persib Bandung resmi juara Super League dan cetak hattrick. Bobotoh rayakan kemenangan meriah di Stadion GBLA.
Dua pria ditangkap usai diduga tabrak lari di Solo. Mobil menabrak tiang dan pohon, pelaku sempat diamuk massa.
Lima dosen UPN Jogja disanksi setelah terbukti lakukan pelecehan verbal. Kampus tegaskan komitmen lingkungan bebas kekerasan.