Tol di DIY Tak Seluruhnya Dibangun Melayang, Ini Alasannya

Ilustrasi jalan tol - JIBI/Bisnis Indonesia/Nurul Hidayat
18 Juli 2019 21:22 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akan memperhatikan potensi wisata yang cukup banyak di DIY sebelum membangun jalan tol. Keberadaan tempat wisata membuat tol yang melintasi DIY tidak akan dibuat melayang seluruhnya.

“Jogja terkenal dengan pariwisatanya sehingga akses yang memungkinkan para pengguna ke tempat wisata. Jadi potensi wisata seperti Borobudur, Prambanan dan lainnya tetap diperhatikan,” Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Sugiyartanto seusai bertemu dengan Gubernur DIY Sri Sultan HB X, Kamis (18/7/2019).

Akses ke lokasi-lokasi wisata tersebut juga sejalan keinginan Pemda DIY agar pembangunan jalan tol bisa menumbuhkan ekonomi masyarakat.

“Maka konstruksi jalan tol tidak semua elevated [melayang], ada yang at grade [di darat]. Kami juga melihat kondisi tanah. Daerah yang rendah bisa jadi pilihan alternatif untuk elevated. Kalau elevated semua biayanya mahal,” kata Sugi.

Gubernur DIY  Sri Sultan HB X mengusulkan agar jalan tol yang dibangun pada titik-titik tertentu juga dilengkapi dengan underpass. Usulan tersebut muncul agar titik-titik tertentu akses masyarakat di suatu wilayah yang dilewati jalan tol tidak terganggu. “Itu yang saya usulkan. Untuk yang lain sudah selesai dibahas,” kata Sultan.

Adapun Kepala Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit mengatakan usulan Sultan tersebut masih perlu dipertajam dengan survei. “Apakah nanti [underpass] di jalan tol atau non-tol.”

Danang mengaku sejauh lahan dan geografi memungkinkan, pembangunan jalan tol bisa di darat. “Tentu kami melihat kondisi lapangan. Fokusnya menghindari sebanyak mungkin permukiman, sawah dan lokasi cagar budaya,” kata dia.