Kisah Timbul Sopir Becak Jadi Korban Carut Marut Data BPS, Desil 1 Berubah Jadi 9
Desil keluarga warga Kulon Progo naik dari 1 ke 9. BPS DIY menjelaskan cara penentuan desil dan mengapa desil bukan ukuran mutlak kemiskinan.
Rektor UMY Gunawan Budianto melepas peserta KKN secara simbolis di Sportorium UMY, Kamis (18/7/2019)./Harian Jogja-Kiki Luqmanul Hakim
Harianjogja.com, BANTUL–Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (LP3M UMY) menerjunkan 1.950 mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) regular ke 11 kabupaten di Jawa Tengah dan DIY seperti Pemalang, Wonosobo, Boyolali, Klaten, Magelang, Purworejo, Kebumen, Bantul, Kulonprogo, Gunungkidul dan Sleman.
Ketua LP3M UMY Gatot Supangat mengatakan KKN UMY merupakan pengabdian kepada masyarakat berbasis pemberdayaan yang dilaksanakan mahasiswa dan dibimbing dosen pembimbing lapang ke lokasi desa mitra dan calon desa mitra KKN UMY.
“Jadi KKN merupakan tempat bagi mahasiswa untuk belajar di masyarakat, tempat mahasiswa melihat dan merasakan kondisi riil masyarakat. “Harapan besar kami, ketika mahasiswa lulus mempunyai peran di masyarakat sebagai wujud peningkatan empati mahasiswa terhadap masyarakat sebagai pengejawantahan surat Al-Ma’un,” kata Gatot, Kamis (18/7/2019).
Pegiat Social Movement Indonesia Eko Prasetyo yang hadir dalam acara pelepasan mengatakan mahasiswa harus saling gotong royong agar pekerjaan lebih mudah dan kelompok terasa lebih harmonis.
“KKN tidak hanya masalah memperdayakan masyarakat. Untuk bisa membantu masyarakat, kelompok harus mempunyai keharmonisan dulu, caranya dengan saling membantu dan gotong royong di setiap program kerja [proker] yang sudah dirancang,” kata Eko.
Dikatakan Eko, jika gotong royong sudah terbangun selanjutnya baru memperdayakan masyarakat. “Sejatinya KKN adalah tempat untuk belajar kerja sama dengan melihat kondisi masyarakat secara langsung. Mahasiswa juga harus menyelesaikan masalah apa yang mereka alami. Intinya kerja sama,” lanjut Eko.
Rektor UMY Gunawan Budiyanto menyampaikan selain KKN reguler, UMY juga menerjunkan mahasiswa KKN 3T ke daerah terdepan, terpencil, dan tertinggal. Seperti ke Kalimantan Utara, Papua Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
“Saya berharap mahasiswa KKN mampu menjadi fasilitator masyarakat maupun komunitas yang akan membantu masyarakat untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada. Sebaiknya program-program yang dilaksanakan tidak muluk-muluk, tetapi mengena dan betul-betul dibutuhkan oleh masyarakat,” kata Gunawan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Desil keluarga warga Kulon Progo naik dari 1 ke 9. BPS DIY menjelaskan cara penentuan desil dan mengapa desil bukan ukuran mutlak kemiskinan.
Sultan menyoroti warga miskin yang desilnya naik hingga kehilangan bantuan. Pemda DIY dan BPS membahas persoalan tersebut.
Astra melalui Nurani Astra membangun 7 posko bantuan gempa NTT. Sebanyak 35.726 penerima manfaat telah mendapat dukungan.
Eling Priswanto resmi memimpin Dinas Pariwisata DIY. Ia menyoroti aktivasi Bandara YIA hingga peluang direct flight.
Trump membuka opsi sanksi AS terhadap bank China yang masih bekerja sama dengan Iran di tengah meningkatnya tekanan ekonomi Washington terhadap Teheran.
BGN DIY menggelar edukasi gizi serentak di seluruh SPPG pada 26-28 Agustus 2026 untuk memperkuat pemahaman gizi dan keamanan pangan MBG.