Kakek Cari Kayu Bakar Temukan Bayi Hidup Terbungkus Plastik
Bayi perempuan ditemukan hidup terbungkus plastik di bawah pohon mahoni Bandungan. Bayi berbobot 3,1 kg dan diperkirakan baru lahir.
Ilustrasi./Solopos-M. Ferri Setiawan
Harianjogja.com, BANTUL - Menjelang hari raya Iduladha yang jatuh pada bulan Agustus mendatang, Dinas Pertanian Peternakan Perikanan dan Kelautan (Disperpautkan) Bantul mengaku telah melakukan persiapan. Salah satunya adalah dengan pengawasan distribusi hewan ternak yang masuk ke daerah Bantul.
Kepala Disperpautkan Kabupaten Bantul Pulung Haryadi menyampaikan bahwa pihaknya saat ini sudah melakukan perekrutan dokter hewan. Jumlah dokter hewan yang sudah dimiliki dinas sebanyak 50 orang, akan ditambah lagi 100 personil dari universitas di Yogjakarta.
“Tugas dokter tersebut adalah untuk memastikan kesehatan hewan kurban milik peternak di Bantul. Serta melakukan pengawasan kesehatan hewan dari luar daerah yang akan masuk ke bumi Projotamansari” kata Pulung ketika kepada Harianjogja.com, pada Kamis (18/7/2019).
Ia juga menyampaikan pihaknya akan melakukan pengawasan terkait dengan Surat Kesehatan Hewan (SKH). Hal tarsebut untuk mengantisipasi masuknya hewan kurban yang berasal dari TPST Piyungan.
"Jadi kami pastikan, kalau sapi yang berasal dari luar daerah harus dilengkapi SKH dari daerah asal. Adanya SKH ini juga untuk memastikan kalau sapi dari Piyungan tidak dijadikan hewan kurban. Karena sapi dari Piyungan tidak mungkin memiliki SKH," lanjut Pulung.
Pulung juga menghimbau agar masyarakat kemudian lebih teliti dalam memilih hewan kurban. Salah satunya, adalah dengan memastikan kepemilikan dokumen resmi tentang kesehatan dan kelayakan hewan kurban.
Menurut dia dengan adanya dokumen resmi ini, sapi atau kambing sudah melalui pengawasan dan uji dari dokter hewan. Sehingga aman dan layak untuk dikonsumsi.
Selain personil kesehatan hewan, Pulung juga berencana akan melakukan perekrutan takmir masjid sebanyak 100 orang.
“Nantinya, para takmir masjid ini akan melalui pelatihan terlebih dahulu. Hal ini untuk mengantisipasi kesalahan saat menyembelih hewan kurban,” jelas Pulung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bayi perempuan ditemukan hidup terbungkus plastik di bawah pohon mahoni Bandungan. Bayi berbobot 3,1 kg dan diperkirakan baru lahir.
Guru PJOK asal Bojonegoro Ahmad Zaki lari sekitar lima jam demi menghadiri Muktamar Ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.
Babad Siti Kemantren #4 digelar di 14 kemantren Kota Jogja untuk menggali potensi budaya, ekonomi kreatif, pariwisata, dan produk lokal.
Malaysia mengirim Tim SMART ke Nepal untuk membantu pencarian korban banjir bandang dan menyiapkan bantuan senilai 1 juta dolar AS.
Kebakaran rumah di Banyumanik Semarang menewaskan dua balita. Kakak N berusia tiga tahun meninggal setelah dirawat akibat luka bakar.
Yusril meminta warga tak terprovokasi kasus Bambang dan Faturrohman yang menjadi korban kekerasan usai demo 27 Agustus.