100 Dokter Akan Diterjunkan Awasi Hewan Kurban di Bantul

Ilustrasi. - Solopos/M. Ferri Setiawan
18 Juli 2019 23:57 WIB Kiki Luqmanul Hakim (ST16) Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Menjelang hari raya Iduladha yang jatuh pada bulan Agustus mendatang, Dinas Pertanian Peternakan Perikanan dan Kelautan (Disperpautkan) Bantul mengaku telah melakukan persiapan. Salah satunya adalah dengan pengawasan distribusi hewan ternak yang masuk ke daerah Bantul.

Kepala Disperpautkan Kabupaten Bantul Pulung Haryadi menyampaikan bahwa pihaknya saat ini sudah melakukan perekrutan dokter hewan. Jumlah dokter hewan yang sudah dimiliki dinas sebanyak 50 orang, akan ditambah lagi 100 personil dari universitas di Yogjakarta.

“Tugas dokter tersebut adalah untuk memastikan kesehatan hewan kurban milik peternak di Bantul. Serta melakukan pengawasan kesehatan hewan dari luar daerah yang akan masuk ke bumi Projotamansari” kata Pulung ketika kepada Harianjogja.com, pada Kamis (18/7/2019).

Ia juga menyampaikan pihaknya akan melakukan pengawasan terkait dengan Surat Kesehatan Hewan (SKH). Hal tarsebut untuk mengantisipasi masuknya hewan kurban yang berasal dari TPST Piyungan.

"Jadi kami pastikan, kalau sapi yang berasal dari luar daerah harus dilengkapi SKH dari daerah asal. Adanya SKH ini juga untuk memastikan kalau sapi dari Piyungan tidak dijadikan hewan kurban. Karena sapi dari Piyungan tidak mungkin memiliki SKH," lanjut Pulung.

Pulung juga menghimbau agar masyarakat kemudian lebih teliti dalam memilih hewan kurban. Salah satunya, adalah dengan memastikan kepemilikan dokumen resmi tentang kesehatan dan kelayakan hewan kurban.

Menurut dia dengan adanya dokumen resmi ini, sapi atau kambing sudah melalui pengawasan dan uji dari dokter hewan. Sehingga aman dan layak untuk dikonsumsi.

Selain personil kesehatan hewan, Pulung juga berencana akan melakukan perekrutan takmir masjid sebanyak 100 orang.

“Nantinya, para takmir masjid ini akan melalui pelatihan terlebih dahulu. Hal ini untuk mengantisipasi kesalahan saat menyembelih hewan kurban,” jelas Pulung.