Ingin Bangun Pasar Kuliner dan Kerajinan, Pemdes Mangunan Butuh Rp2,5 Miliar

Pasar Pencir yang berada di Simpang Tiga Mangunan, Desa Mangunan, Kecamatan Dlingo. Foto diambil Rabu (17/7/2019). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
19 Juli 2019 15:47 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Desa (Pemdes) Mangunan, Kecamatan Dlingo, berencana membangun pasar kerajinan dan kuliner untuk menampung para perajin dan warga sekitar Mangunan. Pembangunan pasar kerajinan itu diperkirakan menelan bujet hingga Rp2,5 miliar.

Kepala Desa Mangunan, Jiyono Ichsan mengatakan dengan adanya pasar kerajinan tersebut diharapkan semakin banyak warga Mangunan yang mendapatkan manfaatnya dari wisatawan yang berkunjung ke objek wisata di Dlingo. Selama ini, kata dia, banyak perajin di Mangunan, terutama kerajinan dari kayu dan bambu.

Selain itu ada juga kerajinan gerabah, plakat, dan bubut. Para perajin memasarkan kerajinannya secara mandiri di wilayah Mangunan, bahkan luar daerah.

Padahal, kata dia, daerah Mangunan dan sekitarnya saat ini sudah ramai lalu lalang wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara. "Kami ingin memanfaatkan keramaian wisatawan tersebut agar berdampak pada para perajin, di antaranya dengan membangun pasar kerajinan dan kuliner di jalur wisata," kata dia, Jumat (19/7).

Dia menjelaskan pasar kuliner dan kerajinan tersebut rencananya akan memanfaatkan lahan kas desa yang saat ini digunakan sebagai pasar tradisional atau Pasar Pencir. “Namun pedagang pasar selama ini hanya memanfaatkan pasar tersebut pukul 05.00-07.00 WIB karena yang dijual hanya hasil bumi,” kata Jiyono.

Sementara kawasan dengan luas sekitar 4.000 meter tersebut merupakan jalur wisata yang cukup ramai lalu lalang wisatawan, tepat berada di simpang tiga Mangunan atau timur Balai Desa Mangunan. "Bayangkan saja kalau pasar tersebut jadi lokasi transit wisatawan, dampak positifnya pasti cukup besar," ucap dia.

Karena itu rencananya Pemdes tak hanya membangun kios dan fasilitas parkir kendaraan yang cukup, namun fasilitas jaringan Internet juga akan disediakan.

Pasalnya dengan kondisi saat ini jaringan Internet merupakan salah satu kebutuhan bagi hampir semua orang. Jaringan Internet tidak hanya bermanfaat bagi wisatawan namun sebagai fasilitas bagi anak-anak muda Mangunan untuk berjualan secara daring, sehingga anak-anak muda tidak lagi merantau ke luar daerah.

“Kebutuhan dananya untuk membangun kembali Pasar Pencir ini setelah dihitung sekitar Rp2,5 miliar. Kebutuhan dana sudah kami sampaikan kepada Pemkab [Bantul] dan Pemda DIY,” kata dia.

Selain menyiapkan pembangunan pasar kerajinan dan kuliner, Desa Mangunan juga tengah menyiapkan pembangunan restoran yang berlokasi di objek wisata Watu Goyang, Dusun Cempluk Mangunan. Anggarannya sudah disediakan melalui APBDes 2019 sebesar Rp800 juta. Lokasi Watu Goyang berada di pinggir Jalan Imogiri-Mangunan, berada di perbukitan dengan menjual pemandangan alam.