Asyik, Sarpras dari 25 Sekolah di Sleman Bakal Diperbaiki dan Dibangun

Ilustrasi bersih-bersih kelas. - Antara
21 Juli 2019 13:47 WIB Yogi Anugrah Bantul Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Sarana dan prasarana di 35 sekolah yang ada di wilayah Kabupaten Sleman akan segera diperbaiki.

Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana (Sarpras) Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman, Sri Adi Marsanto mengatakan 25 sekolah yang akan menerima bantuan perbaikan dan pembangunan sarana serta prasarana tersebut berasal dari jenjang sekolah dasar dan sekolah menengah pertama, baik sekolah negeri maupun swasta.

Dia mengatakan pendistribusian bantuan tersebut didasarkan pada tingkat urgensi sekolah yang bersangkutan. Artinya Pemkab Sleman memang mendahulukan sekolah-sekolah yang dinilai paling mendesak memerlukan rehab dan pembangunan. “Misalnya SMP Negeri 3 Depok yang perpustakaannya di rehab. Ada juga SMP Negeri 4 Tempel, itu pembangunan ruang kelas baru, atau juga ada sekolah yang perbaikan toilet,” kata dia saat dihubungi Minggu (21/7/2019).

Lebih lanjut, ia mengatakan perbaikan maupun pembangunan sarpras sekolah tersebut telah masuk dalam pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Sleman 2019, dengan total anggaran yang dialokasikan untuk fisik atau konstruksi bangunan mencapai Rp2 miliar.

“Karena keterbatasan anggaran, jadi harus menyusun skala prioritas, sekolah yang mana yang lebih membutuhkan untuk perbaikan. Namun, kalau secara umum, kondisi sarpras sekolah di Sleman sudah cukup baik,” ucap dia.

Secara bertahap, dinasnya juga akan menambah kursi dan meja di beberapa sekolah, karena, pada saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 sempat terjadi kekurangan kursi dan meja di beberapa sekolah. "Namun masalah kekurangan bangku sudah tertangani semua. Dengan kursi dan meja sisa yang tidak terpakai di sekolah, maupun yang kami ambil dari inventaris Badan Keuangan dan Aset Daerah [BKAD] Sle,am. Tahun ini, kami juga ada pengadaan komputer di beberapa sekolah,” ucap dia.

Kepala Disdik Sleman Sri Wantini mengatakan, penambahan baik komputer server maupun komputer klien di beberapa sekolah bertujuan agar dapat memangkas sesi dalam pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

“Jadi yang tadinya UNBK dilaksanakan tiga sesi, bisa dilaksanakan menjadi dua sesi,” kata dia.