Bermodal Besi Bekas, Polisi Ini Raih Prestasi

Aiptu Ifanudin (kiri) di Prolog Gym, Jumat (12/7/2019). - Harian Jogja/Yogi Anugrah
21 Juli 2019 19:37 WIB Yogi Anugrah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Aiptu Ifanudin, personel Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Desa Banyuraden, Kecamatan Gamping, Sleman menyabet peringkat ketiga lomba Bhabinkamtibmas se-Indonesia. Ifanudin sukses berkat besi bekas. Berikut laporan wartawan Harian Jogja Yogi Anugrah.

Di bangunan sederhana tepat di belakang Balai Desa Ambarketawang, Kecamatan Gamping, Sleman, pria-pria bertubuh kekar berlatih fitnes ditemani alunan musik, Jumat (12/7/2019) siang. Di depan bangunan tersebut, seorang pria yang menenakan pakaian polisi duduk santai.

Aiptu Ifanudin, pria tersebut, adalah anggota Bhabinkamtibmas Desa Banyuraden, Kecamatan Gamping, Sleman. “Tempat ini bernama Prolog Gym, saya mulai membangunnya sejak 2012,” kata dia berbincang dengan Harian Jogja.

Tempat fitnes yang dimiliki oleh Ifanudin tidak seperti tempat fitnes pada umumnya yang dipenuhi alat-alat mahal dan canggih. Ifanudin membuat sendiri peralatan gym-nya.

“Di sini alat-alat gym saya buat sendiri dengan besi-besi bekas,” ujar dia.

Ifanudin cinta pada olahraga binaraga. Pada 2002, ia merupakan atlet binaraga. Namun, karena diobekap cedera, ia diberi waktu untuk mengikuti pelatihan juri nasional tipe B. Selesai mengikuti pelatihan juri, ia punya keinginan memiliki gym.

“Namun beli alatnya itu mahal. Selain itu, teman-teman yang ingin berlatih di tempat fitnes, juga merasa biayanya mahal,” ujar dia.

Dengan berbekal pengalaman sebagai atlet dan juga memiliki sertifikasi juri, pada 2007, ia memberanikan diri untuk membuat alat-alat gym dari besi bekas yang dibelinya di tempat rongsokan.

“Dulu besi itu saya beli Rp2.000 per kilogramnya. Saya mikirnya daripada beli rokok, mending beli besi. Saya rangkai besi bekas selama dua tahun, dan akhirnya jadi satu set alat fitnes di tempat saya wilayah Bantul,” kata dia.

Saat itu, biaya untuk berlatih fitnes di tempat tersebut hanya Rp1.000 dengan bermain sepuasnya. Tidak sampai dua tahun, anggota di tempat gym tersebut mencapai 3.000 orang.

Tidak puas dengan satu tempat. Ia membuat satu tempat gym lagi, dengan bermodalkan besi bekas yang dirangkai. Pada 2012, ia sudah memiliki dua tempat gym wilayah Bantul.

“Untuk yang Prolog Gym, saya mulai membuat peralatannya sejak 2012. Butuh empat tahun untuk saya membuat dan menyempurnakan satu set alat fitnes di Prolog Gym,” ungkap dia.

Meskipun semua alat di tempat gym miliknya terbuat dari besi bekas, ia memastikan bahwa alat-alat tersebut sudah sesuai standar keamanan, kenyamanan, hingga kekuatannya. Alat-alat yang dibuat, katanya, berdasarkan ilmu yang dia pelajari dan pengalamannya sebagai atlet maupun lisensi juri yang dimilikinya.

“Di sini tidak mahal, tapi alat lengkap. Bahkan, di sini ada alat yang tidak ada ditempat gym lainnya,” kata dia.

Memiliki tiga tempat gym dengan hanya membayar Rp2.000-Rp3.000 untuk berlatih sepuasnya, ia tidak terlalu khawatir dengan pendapatan. Sebab, bagi dia memiliki tempat gym adalah bentuk kecintaannya terhadap dunia binaraga dan sebagai Bhabinkamtibmas, ia bisa merangkul semua masyarakat.

“Karena kalau tempat gym, itu bisa untuk semua atlet, tidak hanya terbatas binaraga, semua atlet mulai dari badminton, sepak bola, atau lainnya bisa menggunakan untuk berlatih fisik,” ujar dia.

Aktivitas Ifanudin tersebut pun mendapat dukungan dari keluarga. Bahkan istrinya yang sebelumnya tak kenal tentang gym, kini mulai aktif nge-gym. “Tempat gym saya memang juga dikelola bersama keluarga lainnya,” ujar dia.

Penghargaan

Sebagai Bhabinkamtibmas yang penuh inovasi, Ifanudin baru saja meraih juara tiga lomba Bhabinkamtibmas se-Indonesia yang digelar Mabes Polri, pada 19-20 Juni lalu.

Salah satu penilaian dalam lomba tersebut untuk sampai ke 10 besar adalah kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Tidak hanya itu, ia juga pernah mendapat penghargaan dari Kapolres Sleman sebanyak enam kali, dan dari Kapolda DIY sebanyak tiga kali. “Yang umum, saya pernah mendapat dua kali medali perunggu dari binaraga,” ujar dia.

Bagi dia, sebagai Bhabinkamtibmas, dengan menunjukkan keteladanan maupun prestasi, masyarakat juga akan berani mencoba untuk berinovasi dan berprestasi.

Kapolda DIY, Irjen Pol Ahmad Dofiri mengapresiasi inovasi yang dilakukan Ifanudin tersebut. Ia berharap semangat Ifanudin mampu ditiru anggota polisi lainnya. "Saya kira Ifanudin ini sosok Bhabinkamtibmas yang sebagaimana kami harapkan bersama, dekat dengan masyarakat dalam bimbingannya mampu memberikan inovasi di bidang olahraga," kata Dofiri belum lama ini.