Ratusan Kendaraan Terjaring Razia Gabungan

Razia kendaraan. - Harian Jogja/Desi Suryanto
24 Juli 2019 11:47 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, PENGASIH--Ratusan kendaraan terjaring razia gabungan yang digelar Dinas Perhubungan Kulonprogo bersama Satuan Polisi Pamong Praja dan jajaran kepolisian di dua lokasi berbeda di Kulonprogo pada Senin (22/7/2019) dan Selasa (23/7/2019).

Operasi dilakukan di jalan Daendles, Congot, Kecamatan Temon dan ruas jalan Milir, Kecamatan Pengasih. Selama dua hari itu, sebanyak 190 kendaraan diperiksa. Dari jumlah tersebut, 13 kendaraan diketahui melanggar uji berkala KIR, 17 menyalahi dimensi kendaraan dan lima kendaraan melanggar trayek yang telah ditentukan.

Sebanyak 12 kendaraan roda dua juga diangkut ke Mapolres Kulonprogo karena tak membawa STNK. Pengendara yang tidak membawa atau bahkan tak memiliki SIM juga terkena razia. Para pelanggar ini lantas dikenakan sanksi sesuai aturan yang berlaku.

Kepala Bidang Lalu Lintas, Dinas Perhubungan Kulonprogo, Hera Suwanto mengatakan operasi gabungan dilakukan untuk mengantisipasi adanya kendaraan yang menyalahi aturan. Di antaranya soal batas muatan dan tidak melaksanakan uji KIR secara berkala.

"Kami memang rutin melakukan ini terutama menyasar kendaraan yang overload dan melanggar dimensi agar jalan di Kulonprogo tetap awet. Selain itu kelengkapan surat-surat pengguna jalan juga menjadi perhatian kami," ujarnya, Rabu (24/7/2019).

Selain memberikan sanksi, tim gabungan turut mengedukasi para pelanggar terutama sopir truk agar mematuhi aturan yang berlaku. Sebab, truk yang melanggar khususnya soal muatan yang melebihi ketentuan riskan menyebabkan kerusakan jalan.

Berdasarkan data Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulonprogo 2019, dari total panjang jalan lokal primer I yang mencapai 636,025 kilometer, 49,2% dalam kondisi baik, 21,8% rusak sedang, 15,8% rusak ringan, dan 13,2% rusak berat.

Sedangkan untuk panjang jalan lokal primer II yang mencapai 672,620 kilometer, ditemukan 30,7% baik dan 32,1% rusak sedang. Sementara kerusakan ringan mencapai 15,1% dan rusak berat 22,1%.

Menurut Kepala Bidang Bina Marga DPUPKP Kulonprogo, Nurcahyo Budi Wibowo penyebab kerusakan jalan karena kerap dilewati oleh truk yang mengangkut beban melebihi tonase. Jika hanya mobil biasa, kerusakan menurutnya tak akan terjadi.

Adapun dalam perbaikan jalan, jawatan ini telah menganggarkan biaya penanganan darurat sebesar Rp5 miliar. Dana itu di luar anggaran tetap perbaikan jalan.