Tukang Becak Ditemukan Meninggal di Atas Becaknya di Timur UGM

Petugas saat melakukan pemeriksaan disekitar TKP Gedung Pusat UGM, Sabtu (27/7/2019). - Harian Jogja/Yogi Anugrah
27 Juli 2019 15:47 WIB Yogi Anugrah Jogja Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Seorang tukang becak bernama Sugiyono, 68, warga Klaten, Jawa Tengah, ditemukan meninggal dunia di atas becak miliknya, di pinggir jalan Area Timur Gedung Pusat UGM, Sabtu (27/7/2019) pagi. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

Kepala Pusat Keamanan, Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan UGM Arif Nurcahyo mengatakan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.45 WIB.

“Saat itu, korban habis mengantarkan penumpang yang hendak takziah, layatannya di sekitar Balairung UGM. Terus korban parkir di pinggir jalan di area Timur Gedung Pusat, namun ada orang yang menemukan dan melapor ke kami,” kata dia, Sabtu (27/7/2019).

Arif mengatakan, saat petugas keamanan datang, korban ditemukan sudah meninggal diatas becaknya. “Kondisi pada saat ditemukan seperti orang tidur biasa aja,” ujar Arif

Petugas pun langsung menghubungi Polisi dan mencari tempat biasa korban mangkal saat bekerja, sebab, korban bukan tukang becak yang biasa mangkal di UGM. Akhirnya, diketahui korban biasanya mangkal di depan Rumah Sakit Bhetesda.

“Setelahnya langsung menghubungi pihak keluarga. Polisi pun datang dengan Tim Identifikasi, karena ini hari Sabtu, kegiatan di kampus sedang libur, jadi tidak menganggu ataupun membuat orang-orang berkerumun,” kata dia.

Kapolsek Bulaksumur, Kompol Sugiyarto mengatakan setelah mendapatkan laporan, petugas pun langsung mendatangi TKP, setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter, tidak ditemukan tanda-tanda yang menjurus ke penganiayaan atau kekerasan ditubuh korban. “Prosesnya saat ditemukan itu hanya seperti orang tidur saja diatas becak,” kata dia.

Namun, ia belum bisa menyimpulkan secara pasti penyebab kematian korban. “Akan koordinasi dengan keluarga, apakah korban ini punya penyakit, jenazah korban langsung kami bawa ke RS. Bhayangkara,” ujar dia.