MBG di DIY Bukan Sekadar Makan Gratis, Edukasi Gizi Jadi Kunci
Program Makan Bergizi Gratis atau MBG di DIY diperkuat edukasi gizi. Budi Waljiman mendorong SPPG tak hanya membagikan makanan, tetapi...
Anak-anak jalanan dan berpotensi turun ke jalan mendapatkan donasi berupa paket alat tulis dan tas sekolah dari Alfamidi di plataran Candi Sambisari, Rabu (31/7/2019). /Ist
Harianjogja.com, JOGJA- Sebanyak 50 anak jalanan (anjal) mendapatkan donasi berupa paket alat tulis dan tas sekolah dari Alfamidi di plataran Candi Sambisari Jogja. Perlengkapan sekolah diserahkan kepada anak-anak binaan Yayasan Rumah Impian Jogja.
Branch Marketing Alfamidi Jogja, Esy Susanti mengatakan dalam kegiatan ini, Alfamidi juga menggandeng Lazizmu untuk menyalurkan donasi dari para customer Alfamidi.
"Uang kembalian belanja konsumen diserahkan ke kami untuk donasi. Donasi konsumen kami teruskan ke masyarakat. Salah satunya anak-anak jalanan ini,” katanya melalui rilis yang diterima Harianjogja.com, Kamis (1/8/2019).
Penyerahan donasi di Jogja, lanjut Esy merupakan bagian dari program nasional. Alfamidi menyalurkan lebih dari 1.000 paket alat tulis dan tas di sembilan cabang. Bagi perusahaan ini, donasi untuk anjal yang juga siswa sekolah non formal, baru pertama kali ini dilakukan.
"Tahun ini kami fokus kepada anak-anak jalanan yang menjadi siswa sekolah non formal karena belum banyak tersentuh oleh program pemerintah. Padahal mereka juga punya hak dan masa depan yang perlu terus didorong," kata Esy.
Sebelumnya, Alfamidi lebih banyak menggelar kegiatan donasi untuk sekolah formal, membangun tempat ibadah, pembagian sembako dan lain sebagainya.
"Penyerahan juga sengaja kami lakukan di Candi Sambisari, agar anak-anak bisa refreshing dan lebih berkesan. Mereka juga mengikuti kegiatan mewarnai. Ke depan, program akan kami lanjutkan, termasuk kegiatan Alfamidi Mengajar," katanya.
Pendiri Yayasan Rumah Impian Jogja, Semmy Lapubooh mengapresiasi kepedulian Alfamidi. Menurut Semmy, tidak mudah mengurus anak-anak jalanan. Apalagi mendorong mereka untuk tetap bersekolah dan meninggalkan dunia jalanan.
"Sejak 2006, kami terus berjuang untuk membantu pemerintah dan masyarakat mengentaskan anak-anak dari kehidupan jalanan. Tapi itu tidak mudah," katanya.
Tantangan terbesar, lanjut dia, berasal dari keluarga atau orangtua anak-anak jalanan. Orang terdekat mereka justru sengaja menjadikannya sebagai pencari nafkah. Saat ini yayasan tersebut mengurus anak jalanan di 10 education center di Sleman, Kota dan Bantul.
"Dua tahun ke depan kami menargetkan setidaknya mampu mengurus 600-an anak jalanan. Kami sudah melakukan assessment sebelumnya," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Program Makan Bergizi Gratis atau MBG di DIY diperkuat edukasi gizi. Budi Waljiman mendorong SPPG tak hanya membagikan makanan, tetapi...
Ratusan siswa SMKN 1 Boyolangu Tulungagung mengeluh diare usai santap menu MBG. Dinkes amankan sampel makanan untuk uji laboratorium.
Jadwal KA Bandara YIA Jumat 18 September 2026 melayani 24 perjalanan rute Stasiun Tugu-YIA PP. Cek jam keberangkatan dan waktu tempuhnya.
Forum Warek Akademik Perguruan Tinggi se-Indonesia 2026 di Unhas fokus membahas mitigasi kecurangan SNPMB dan empat isu strategis.
Jadwal SIM Keliling Jogja Jumat 18 September 2026 beserta lokasi Satpas, Syarat perpanjangan SIM A dan SIM C aktif agar tak antre.
Mentan Amran Sulaiman instruksikan Bapanas tindak tegas beras fortifikasi melanggar aturan. DPR dukung pencabutan izin usaha pelaku.