Sirkuit Batal dibangun di Semanu, IMI DIY Kecewa

Ilustrasi balap motor
01 Agustus 2019 20:12 WIB Rahmat Jiwandono Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Ikatan Motor Indonesia (IMI) DIY kecewa dengan batalnya rencana pembangunan sirkuit di Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu. Oleh Pemkab gunungkidul, lahan seluas 4,6 hektare kini dihibahkan untuk pembangunan kampus Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Ketua IMI DIY, Eka Sulistyana, menyatakan penggunaan tanah tersebut merupakan kewenangan Pemkab. Meski demikian IMI mengetahui jika tanah itu rencananya dibangun sirkuit. "Secara resmi kami tidak pernah diundang terkait dengan pembahasan pembangunan sirkuit," ujarnya, Kamis (1/8/2019).

Menurut dia Gunungkidul merupakan gudang para pembalap di skala Asia Tenggara. Beberapa pembalap yang lahir di Bumi Handayani masing-masing Sudarmono, Sigit PD, dan Yoga Adi Pratama. "Mereka pembalap motor road race yang mampu berprestasi di tingkat Asia Tenggara, kami juga memiliki drifter yang luar biasa dari Gunungkidul," katanya.

Eka menjelaskan para pembalap mulai dari dragbike, drag race, road race, slalom, dan drifting membutuhkan sirkuit untuk berlatih. Ia menyayangkan apabila wacana pembangunan sirkuit batal, maka nantinya para pembalap akan kesulitan mengasah kemampuannya. "Sampai saat ini belum ada perhatian kepada para pembalap lokal," ujarnya.

Eka menyatakan pada 2018 pihaknya menawarkan kepada Pemkab Gunungkidul untuk menyiapkan tim teknis dalam pembangunan sirkuit tanpa biaya. IMI DIY menawarkan sirkuit multifungsi yang bisa digunakan untuk kejuaraan nasional. “Saat ini para pembalap tidak bisa berlatih di sirkuit yang memenuhi standar. Para pembalap berlatih di area parkir Pasar Hewan Siyonoharjo, Playen," kata dia.

Kepala Bidang (Kabid) Fisik dan Prasarana Bappeda Gunungkidul, Bambang Riyanto, mengatakan menjelang Pekan Olahraga Daerah (Porda) DIY yang digelar di Gunungkidul pada 2023, Pemkab bakal membangun sport center di kompleks Stadion Handayani, Wonosari. Pemkab memprioritaskan pembangunan sirkuit lantaran banyaknya pembalap yang berprestasi. "Kami mengakomodasi cabang olahraga yang paling banyak berprestasi dan kami siap membangun venue," katanya.

Bambang menegaskan lahan di Desa Pacarejo yang diwacanakan untuk membangun sirkuit belum memiliki dokumen perencanaan, sehingga sah-sah saja apabila dihibahkan untuk bidang pendidikan. "Pendidikan sangat penting terutama untuk mengangkat indeks pembangunan manusia [IPM] di Gunungkidul yang berada di posisi juru kunci jika dibandingkan kabupaten atau kota lain di DIY," katanya.