Advertisement
Dalam Sebulan, Sudah 42 Tangki Air Bersih Disalurkan untuk Warga di Kulonprogo
Warga mengantre untuk mendapatkan bantuan air bersih dari Polsek Girimulyo di Dusun Ngaglik, Desa Purwosari, Kecamatan Girimulyo, Jumat (28/6/2019). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
Advertisement
Harianjogja.com, KULONPROGO--Pemkab Kulonprogo sudah menyalurkan bantuan air bersih selama musim kemarau sebanyak 42 tangki. Bantuan air bersih masih mengandalkan pihak ketiga atau dari dana Corporate Social Responsibility (CSR).
Kasi Perlindungan Sosial Korban Bencana Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kulonprogo, Sumiyati mengatakan, sampai 29 Juli kemarin, sudah 42 tangki bantuan air bersih diberikan pada masyarakat yang terkena dampak kekeringan. Masing-masing tangki berkapasitas 5.000 liter.
Advertisement
"Pemkab tidak menyediakan bantuan dari APBD. Kami hanya salurkan bantuan dari pihak ketiga atau dari dana CSR," ungkap Sumiyati.
Ia mengatakan, dropping air tersebut diberikan pada warga di Kecamatan Samigaluh, Girimulyo, Kalibawang, Nanggulan, dan Pengasih.
Droping dilakukan oleh tim dari Taruna Siaga Bencana (Tagana) dimulai dari 7 Juli lalu. Warga yang mengalami kekeringan dan membutuhkan bantuan air bersih selama musim kemarau bisa mengajukan dropping air ke Pemkab Kulonprogo.
"Bisa mengajukan proposal, nanti diajukan ke Bupati. Ada tembusan dari pihak desa dan kalau bisa juga dari kecamatan agar mereka juga mengetahui masalah warga," ucap Sumiyati.
Pengajuan untuk bantuan air bersih kemungkinan akan terus bertambah mengingat musim kemarau yang masih berlangsung.
Selain bantuan dari pihak ketiga yang sudah disalurkan, bantuan juga direncanakan akan datang dari pihak Pemprov DIY. Sebelumnya pun, bantuan droping air datang dari berbagai pihak seperti Polsek setempat dan Polres Kulonprogo.
Sumiyati mengatakan, dana untuk droping bisa menggunakan anggaran kedaruratan. Tahun ini anggaran kedaruratan disediakan sebanyak Rp3,6 miliar salah satunya untuk penanggulangan bencana.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo Ariadi mengatakan saat ini, anggaran kedaruratan yang tersedia sebesar Rp1,6 miliar. Sebelumnya, anggaran kedaruratan sudah terpakai untuk penanggulangan banjir pada Maret lalu.
"Kalau untuk kekeringan di musim kemarau kami akan keluarkan apabila sudah dibutuhkan dan sudah ada status darurat," ujar Ariadi.
BACA JUGA
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Polri Ungkap Potensi Kerugian Kebocoran Subsidi BBM-LPG Capai Rp1,26 T
Advertisement
Mekar Hanya Beberapa Hari, Bunga Bangkai di Palupuh Diserbu Turis
Advertisement
Berita Populer
- Digugat ke PTUN, Pemkab Bantul Sebut Pemecatan Dukuh Seloharjo Sah
- Sultan HB X Tekankan Pentingnya Mawas Diri dalam Pengambilan Keputusan
- Empat Nama Berebut Kursi Ketua PKB Kulonprogo lewat UKK
- WFH ASN DIY Mulai Pekan Ini, Car Free Day Tetap Lanjut
- Jadwal KRL Palur-Jogja 7 April 2026 Lengkap dari Pagi hingga Malam
Advertisement
Advertisement







