Puluhan Mahasiswa UNJ Kunjungi Harian Jogja
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X (tengah) bersama Bupati Bantul Suharsono (kiri) dan Wakil Bupati Abdul Halim Muslih (kanan) saat membuka Bantul Ekspo 2019 di Pasar Seni Gabusan, Jumat (26/7/2019)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL—Penyelenggaraan Bantul Expo tahun depan bakal dipindah ke Stadion Sultan Agung. Hal itu lantaran kompleks Pasar Seni Gabusan (PSG) di Desa Timbulharjo, Kecamatan Sewon yang selama ini menjadi venue acara tersebut, dinilai terlalu sempit.
Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dinas Perdagangan (Disdag) Bantul, Agus Ryadmadi mengatakan Bantul Expo yang tahun ini sudah memasuki tahun ketiga, jumlah peserta dan pengunjungnya kian meningkat. Pesertanya, kata dia, tak hanya organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemkab Bantul, namun juga dari para pelaku usaha di Bumi Projotamansari.
Dia juga mengklaim angka transaksi sejak Jumat (26/7) dan berakhir pada Senin (5/8) tersebut melebihi target yang ditetapkan. Hingga Minggu (4/8), total transaksi langsung di semua stan Bantul Expo 2019 mencapai Rp3,15 miliar. “Capaian itu melebihi target sebesar Rp3 miliar transaksi langsung,” kata dia kepada Harianjogja, Senin (5/8/2019).
Selain transaksi langsung, imbuh dia, total orderan yang masuk tercatat sekitar Rp6 miliar. “Ini orderan di luar transaksi langsung seperti pemesanan kuliner, kerajinan, sampai otomotif. Jadi pengunjung memesan langsung lewat stan sementara barang pesanan diantar langsung atau diambil di rumah produksi masing-masing,” ujar dia.
Disinggung soal pengunjung, selama dua pekan Bantul Expo 2019 digelar, dia memprediksikan jumlahnya juga melebihi target. Sejak awal, target jumlah pengunjung yang ditetapkan adalah 200.000 orang. “Ini pada H-1 penutupan [Minggu], jumlahnya [pengunjung] sudah mencapai sekitar 190.000 orang. Kalau stan yang paling ramai dikunjungi adalah stan kuliner dan wahana permainan anak,” ucap Agus.
Oleh karena itu, dari hasil evaluasi sementara, pelaksanaan Bantul Expo ke depannya memerlukan lokasi yang lebih luas dan lapang. Sebanyak 279 stan yang mengisi area PSG selama dua pekan gelaran Bantul Expo 2019, dia nilai terlalu berhimpit-impitan. “Padahal jumlah itu [279 stan], belum semua kecamatan di Bantul, masuk, bahkan desa juga tidak masuk,” ucap dia.
Tidak Dipindah
Sebaliknya, Kepala Dusun Gabusan Yolla Oktaviana mengatakan Bantul Expo memberikan dampak positif bagi warga sekitar PSG. Salah satunya melalui pengelolaan parkir kendaraan pengunjung. Menurut dia, parkir memberikan kontribusi yang cukup besar bagi pemasukan kampung karena dikelola oleh kampung dan bukan perorangan.
Hasil pengelolaan parkir, kata Yolla, digunakan untuk kegiatan kampung berupa pembangunan fisik dan nonfisik. “Saya belum bisa menyebutkan berapa hasil parkir yang masuk. Yang pasti tarif parkir kendaraan Bantul Expo Rp2.000 untuk sepeda motor dan Rp3.000 untuk mobil,” ucap dia.
Oleh karena itu, dia berharap pada tahun-tahun mendatang, Bantul Expo tetap digelar di PSG. Selain memberikan efek positif pada pendapatan desa dan masyarakat, keberadaan Bantul Expo membuat PSG menjadi lebih bergeliat.
Sekadar diketahui, penutupan Bantul Expo akan dilakukan oleh Bupati Bantul Suharsono, Minggu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Hasto Wardoyo meminta sekolah tidak menjadikan seragam sebagai beban orang tua dan memberi toleransi bagi siswa yang belum mampu membeli seragam.
Jelang Muktamar NU ke-35, Majlis Musyawarah Taswirul Afkar membahas arah NU 100 tahun ke depan dan penguatan kemandirian jamiyah.
Polsek Semin mengingatkan bahaya pembakaran lahan saat musim kemarau karena dapat memicu kebakaran dan mengganggu habitat monyet di Gunungkidul.
Libur sekolah membawa lebih dari 200 ribu wisatawan ke Bantul. PAD dari retribusi wisata mencapai Rp2,76 miliar dan okupansi hotel naik menjadi 70 persen.
Hasto Wardoyo meminta MPLS di Kota Jogja menjadi ruang menghilangkan kecemasan siswa baru, bukan ajang bullying maupun perpeloncoan.