Advertisement
Cuaca Ekstrem Rusak 5 Wilayah DIY, Pohon Tumbang Paling Banyak
Kerusakan akibat hujan deras dan angin kencang di Kulonprogo, Senin (12/1/2026) sore. Ist - Dok. BPBD DIY
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Senin (12/1/2026) sore hingga malam menyebabkan kerusakan di lima kabupaten/kota, yait Jogja, Kulonprogo, Bantul, Sleman dan Gunungkidul.
“Kondisi cuaca ekstrem tersebut mengakibatkan berbagai dampak, mulai dari pohon tumbang, gangguan akses jalan, hingga kerusakan jaringan listrik dan bangunan,” jelas Kepala Pelaksana BPBD DIY Agustinus Ruruh, Selasa (13/1/2026).
Advertisement
Di Kota Jogja, tercatat dua kejadian pohon tumbang. Peristiwa pertama terjadi di Kemantren Tegalrejo, di mana pohon tumbang menimpa angkringan sekaligus menutup badan jalan. Kejadian lainnya berlangsung di Mantrijeron dengan dampak pada jaringan listrik, penerangan jalan umum, serta jaringan telekomunikasi.
Kabupaten Sleman menjadi wilayah dengan sebaran kejadian cukup luas. Cuaca ekstrem dilaporkan terjadi di delapan kapanewon, yakni Depok, Gamping, Godean, Kalasan, Minggir, Mlati, Ngaglik, dan Ngemplak.
BACA JUGA
Di wilayah ini, tercatat 13 pohon tumbang yang menyebabkan enam akses jalan terganggu. Selain itu, terdapat kerusakan pada lima jaringan listrik dan satu jaringan internet, satu area pasar malam rusak, empat rumah terdampak, serta satu sepeda motor tertimpa material.
Di Kabupaten Bantul, BPBD mencatat 23 lokasi terdampak yang tersebar di tujuh kapanewon, meliputi Sedayu, Pajangan, Srandakan, Pandak, Pleret, Piyungan, dan Bantul. Dampak yang terjadi antara lain kerusakan pada 12 rumah, 22 titik pohon tumbang, lima akses jalan terganggu, empat jaringan listrik rusak, satu bangunan masjid terdampak, serta satu aliran sungai terganggu akibat material terbawa arus.
Sementara di Gunungkidul, cuaca ekstrem terpusat di Kapanewon Gedangsari dengan tujuh lokasi terdampak. Kerusakan meliputi dua rumah warga, satu kandang ternak, satu bangunan balai dusun, tujuh pohon tumbang, tiga akses jalan terganggu, dan satu jaringan listrik rusak.
Adapun di Kulon Progo, dampak cuaca ekstrem terjadi di lima lokasi yang berada di Kapanewon Lendah, Panjatan, dan Wates. Selain pohon tumbang dan gangguan akses jalan, terdapat satu baliho roboh, dua jaringan listrik rusak, serta satu kejadian tanah longsor di wilayah Sidomulyo, Kapanewon Pengasih, yang berpotensi mengancam rumah warga di sekitarnya.
Ruruh menjelaskan, berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), cuaca ekstrem tersebut dipicu oleh aktivitas awan konvektif yang berkembang signifikan di wilayah Jawa–Bali, termasuk DIY. Kondisi ini dipengaruhi oleh angin Monsun Barat, keberadaan bibit siklon 91W di Samudra Pasifik utara Papua, serta pusat tekanan rendah di timur laut Australia.
“Kombinasi faktor tersebut membentuk pertemuan arus angin dan didukung kelembapan udara yang tinggi serta pemanasan siang hari, sehingga memicu hujan lebat disertai angin kencang,” katanya.
BMKG juga memprakirakan potensi hujan sedang hingga lebat yang disertai kilat, petir, dan angin kencang masih dapat terjadi dalam dua hingga tiga hari ke depan di seluruh wilayah DIY, terutama pada siang hingga malam hari.
Menghadapi kondisi tersebut, BPBD DIY mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengan memantau informasi cuaca dari sumber resmi, menyiapkan tas siaga berisi kebutuhan penting, serta mengamankan barang berharga dan peralatan elektronik. Warga juga diminta menghindari melintas di wilayah rawan genangan atau pohon tumbang, serta mengikuti arahan petugas apabila diperlukan evakuasi.
Serangkaian dampak cuaca ekstrem ini menegaskan pentingnya kesiapsiagaan warga DIY dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang masih berpeluang terjadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
BPBD Bantul Pastikan Tak Ada Pengungsi Dampak Cuaca Ekstrem
Advertisement
Malaysia Perkenalkan Panda Raksasa Baru Chen Xing dan Xiao Yue
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement



