Sudah 6,5 Juta Liter Air Didistribusikan untuk Kawasan Kekeringan di DIY

Penyaluran bantuan air bersih di Dusun Sumbersari, Desa Banjarasri, Kecamatan Kalibawang, Selasa (4/9 - 2018).Harian Jogja/Beny Prasetya
06 Agustus 2019 05:27 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-- Bencana kekeringan yang melanda wilayah DIY terus berlanjut. Hingga awal Agustus ini berdasarkan data Pusdalops BPBD DIY tercatat 6,5 juta liter air bersih sudah didistribusikan.

Kepala Pelaksana BPBD DIY Biwara Yuswantara mengatakan hingga kini proses pendistribusian air bersih ke lokasi-lokasi yang kekurangan air bersih terus dilakukan. Selain Kabupaten Gunungkidul, daerah lainnya yang menetapkan status darurat kekeringan adalah Kabupaten Bantul.

"Proses pendistribusian air bersih terus dilakukan. Proses pendistribusian tidak hanya dilakukan oleh BPBD di masing-masing kabupaten, tetapi juga melalui dinas sosial kabupaten dan para donatur," katanya kepada Harianjogja.com, Senin (5/8/2019).

Berdasarkan data Pusdalops BPBD DIY, tercatat lebih dari 6,57 juta liter air bersih yang didistribusikan ke tiga daerah yang dilanda kekeringan. Jika dirata-rata satu tangki berisi 5.000 liter air maka total tangki yang dikirim sebanyak 1.300 tangki. "Sampai saat ini ketersediaan air bersih masih aman," kata Biwara.

Dhony Kristanto, Ketua FK Tagana DIY mengatakan Tagana DIY menyiapkan setidaknya 750 tangki air bersih yang dialokasikan dari APBD DIY. Selama Juli 2019, katanya, Tagana sudah mendistribusikan sebanyak 350 titik. Selama Agustus ini, lanjutnya, Dinsos DIY menyiapakan 400 tangki. "Ini belum termasuk dari bantuan CSR sekitar 200 tangki. Insyaallah, selama Agustus ini pasokan air bersih masih aman," kata Dhony.