Target PAD Wisata Gunungkidul Naik Jadi Rp63,2 Miliar
Pemkab Gunungkidul menaikkan target PAD wisata 2026 menjadi Rp63,2 miliar setelah realisasi pendapatan mencapai Rp56,5 miliar.
Ilustrasi/JIBI-Harian Jogja
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Serapan dana desa (DD) di Gunungkidul belum memenuhi target. Hingga saat ini penyerapan masih sekitar 70% sehingga belum bisa mencairkan dana untuk termin ketiga.
Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat Desa (DP3AKBPMD) Gunungkidul, Subiyantoro, mengatakan hingga awal Agustus ini seluruh desa di Gunungkidul telah mencairkan DD termin kedua. Ini berarti sudah ada 60% dari dana desa di tahun ini yang ditransfer ke 144 desa.
Meski demikian, penyerapan di masing-masing desa belum optimal. Hal ini terlihat dari akumulasi laporan di tingkat kabupaten yang capaian penyerapannya masih di kisaran 70% dari dana yang sudah dicairkan. Sebagai dampaknya, saat ini Pemkab belum bisa mencairkan DD termin ketiga. “Masih belum cair tapi kami target di awal Oktober dananya sudah turun,” katanya, Kamis (8/8/2019).
Subiantoro menjelaskan untuk bisa mencairkan termin ketiga ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Selain adanya laporan penggunaan anggaran termin pertama dan kedua, penyerapan anggaran di setiap desa harus mencapai 75% dan capaian fisik sebesar 50%. “Ya kalau syarat ini tidak terpenuhi maka termin ketiga belum bisa dicairkan,” katanya.
Menurut dia, untuk memaksimalkan penyerapan Pemkab terus memonitor dan melakukan pendampingan. “Kalau ada masalah kami bantu memberikan solusinya,” katanya.
Kepala DP3AKBPMD Gunungkidul, Sujoko, mengatakan alokasi DD dari Pemerintah Pusat untuk tahun ini sekitar Rp136 miliar. Jumlah itu meningkat dibandingkan penyaluran di 2018 yang hanya Rp117 miliar. “Untuk saat ini sudah cair dua termin,” katanya.
Menurut dia, pencairan dana desa dilakukan dalam tiga termin. Untuk termin pertama dana yang dicairkan sebesar 20% dan termin kedua dan ketiga masing-masing sebesar 40%. “Kami imbau penggunaan disesuaikan dengan aturan sehingga tidak menimbulkan masalah di kelak kemudian hari,” katanya.
Kepala Desa Pilangrejo, Kecamatan Nglipar, Sunaryo, mengatakan di desanya mendapatkan DD Rp900 juta. Hingga saat ini sudah cair 60% dan tinggal menunggu pencairan termin ketiga. “Untuk pelaksanaan berjalan lancar karena dari dana yang telah masuk, penggunaan sudah mencapai 90 persen,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul menaikkan target PAD wisata 2026 menjadi Rp63,2 miliar setelah realisasi pendapatan mencapai Rp56,5 miliar.
Komnas HAM mendalami dampak karhutla Kalimantan Barat terhadap kesehatan, pangan, dan air bersih serta meminta keterangan kementerian terkait.
Astra menghadirkan produk unggulan UMKM binaan dari berbagai daerah di Trade Expo Indonesia 2026 untuk memperluas akses pasar ekspor dan mendorong pertumbuhan u
Pemkab Gunungkidul mempertajam RKPD 2028. Efisiensi pendidikan dan evaluasi data penerima bantuan sosial menjadi perhatian agar anggaran tepat sasaran.
Alwi Farhan mengalahkan Ayush Shetty 21-11, 13-21, 21-10 untuk lolos ke babak 16 besar Denmark Open 2026 di Odense, Denmark.
Eko Suwanto akan memperjuangkan kenaikan anggaran penanganan stunting di Kota Jogja pada 2027, dari Rp120 juta per kelurahan pada 2026.