Sering Terjadi Kecelakaan, Simpang Lima Bakal Dipasangi Lampu APILL?

Para pengendara saat melintasi Simpang Lima UNY, Jumat (9/8/2019). - Harian Jogja/Yogi Anugrah
09 Agustus 2019 14:37 WIB Yogi Anugrah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman tengah mengkaji rencana pemasangan lampu alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL) di Simpang Lima Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Desa Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman.

Kepala Seksi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Dishub Sleman Bambang Sumedi mengatakan kajian yang dilakukan tersebut lantaran di kawasan Simpang Lima UNY acap terjadi penumpukan kendaraan. Bahkan beberapa kali insiden kecelakaan juga terjadi di area tersebut. “Rencana manajemen rekayasa lalu lintas di Simpang Lima UNY dengan memasang lampu APILL, masih kami kaji layak atau tidaknya,” kata Bambang, Jumat (9/8/2019).

Lebih lanjut, ia menjelaskan ada beberapa syarat suatu simpang untuk dilakukan pemasangan APILL. Pertama, yakni sering terjadi kecelakaan; kedua, tundaan untuk melewati simpang lebih dari 30 detik; ketiga, rata-rata dilewati 750 kendaraan per delapan jam; keempat, jumlah pejalan kaki yang lewat di kawasan itu selama delapan jam mencapai lebih dari 175 orang. “Salah satu syarat saja terpenuhi sebenarnya sudah bisa untuk dikaji pemasangan APILL,” ucap dia.

Hingga kini Dishub Sleman sudah berkoordinasi dengan warga sekitar, jajaran kepolisian, UNY, maupun tokoh masyarakat setempat. “Rencananya manajemen lalu lintas untuk di Simpang Lima UNY itu tetap dua arah. Kalau untuk pelebaran jalan menurut saya susah dilakukan, karena terbentur status jalan desa,” ucap dia.

Soal realisasi dan waktu pemasangan, Dishub Sleman diakui dia akan mengajukan anggaran terlebih dulu ke Pemkab Sleman terkait dengan pengadaan alat. Oleh karena itu, dinasnya menargetkan pemasangan APILL itu bisa dilakukan tahun depan. “Soal besaran anggaran, tergantung teknologi apa yang digunakan,” kata Bambang.

Kepala Desa Caturtunggal Agus Santoso mengatakan sudah dilakukan koordinasi melibatkan pimpinan maupun tokoh masyarakat sekitar terkait dengan pemasangan tersebut. “Malah bagus [pemasangan lampu APILL] daripada akan dipasang divider di tengahnya akan membuat jalan semakin sempit,” kata dia.

Salah seorang pengguna jalan yang kerap melewati simpang tersebut, Cokro, 56, mengatakan di simpang tersebut memang kerap terjadi kecelakaan. “Bagus kalau ada lampu lalu lintas, sering kecelakaan kalau malam,” kata dia.