3.174 Mahasiswa UII KKN, Semua Dapat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan
Sebanyak 3.174 mahasiswa UII dilepas untuk KKN 2026 dan mendapat perlindungan JKK serta JKM BPJS Ketenagakerjaan selama menjalankan pengabdian.
Ilustrasi tol/JIBI-Solopos-Nicolous Irawan
Harianjogja.com, JOGJA—Gubernur DIY Sri Sultan HB X mengatakan proyek Tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen akan dilelang tahun depan agar ruas tol tersebut bisa terintegrasi dengan Bandara Internasional Yogyakarta atau Yogyakarta International Airport (YIA),
“Tahun ini yang dilelang baru yang Jawa Tengah dulu. Awal tahun depan baru Jogja [DIY]. Ini sudah selesai, tinggal Pak Menteri [Menteri PUPR Basuki Hadimoeljono] tanda tangan detail engineering desain-nya, nanti saya mengeluarkan izin lokasi, baru bisa dilelang,” ujar Sultan di Kepatihan, Jogja, Senin (12/8/2019).
Sultan mengatakan Tol Jogja-Solo yang akan tersambung dengan Tol Jogja-Bawen bisa membuat wisatawan langsung ke Borobudur. Jika masyarakat dan pebisnis DIY tidak aktif, wisatawan akan langsung menuju Borobudur tanpa singgah di DIY.
“Itu tergantung kita sendiri, kalau kita tidak aktif maka orang [wisatawan] akan melihat Jogja dari Borobudur. Hal seperti itu tidak bisa dihindari,” ucap Gubernur.
Dia menegaskan tidak ada jalan tol yang langsung menuju ke Bandara Internasional Yogyakarta atau Yogyakarta International Airport (YIA). Meskipun demikian, Sultan masih mengizinkan adanya akses dari bandara baru yang terhubung ke jalan tol.
“Tetapi bukan tol yang masuk ke bandara,” kata Sultan.
Sultan mengatakan akan ada jalan tembus yang mendukung jalan tol. Salah satunya jalan tembus dari Sentolo menuju Muntilan (Borobudur). Jalan tersebut termasuk jalur Jogja Outer Ring Road (JORR) yang bisa sampai Muntilan atau Tol Jogja-Bawen. Jalan dari Temon yang melewati Suroloyo diharapkan bisa menjadi satu dengan jalur jalan Sentolo Muntilan.
“Saya juga berharap, nanti dari Temon menuju Suroloyo jadi satu dengan jalur Sentolo ke utara untuk tembus ke Muntilan. Jadi ke Bandara Kulonprogo bisa lewat jalur Temon atau Sentolo [selain lewat tol],” kata dia.
Terpisah, Sekretaris Daerah DIY Gatot Saptadi mengatakan sebagian besar pembangunan tol di DIY akan melayang alias elevated, termasuk jalur yang menghubungkan Tol Jogja-Solo ke Jogja-Bawen di atas Ring Road. Kontsruksi ini dipilih untuk menghindari banyaknya pembebasan lahan.
Menurut Gatot, ada beberapa penyesuaian jalan Tol Jogja-Bawen, seperti koneksi dengan konstruksi jalan Bedah Menoreh untuk menggairahkan potensi wisata di wilayah Kulonprogo dan Magelang.
“Bagaimana pun, jaringan tol harus nyambung dan tidak terputus. Kedua jalan tol ini [Jogja-Bawen dan Jogja-Solo] akan terkoneksi melalui Ring Road,” katanya.
Sebelumnya, Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Sugiyartanto mengatakan pembuatan trase tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen sudah mencapai 70-80%. Jika prosesnya lancar, kedua proyek ini bisa dilelang akhir tahun ini. “Kalau lelang akhirnya tahun ini, maka konstruksi bisa dilakukan awal 2020.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 3.174 mahasiswa UII dilepas untuk KKN 2026 dan mendapat perlindungan JKK serta JKM BPJS Ketenagakerjaan selama menjalankan pengabdian.
Manajer PSS Sleman Agus Purwoko menilai training ground penting untuk meningkatkan kualitas dan prestasi Super Elja. Ini perkembangannya.
Rusia memanggil Dubes Jepang Akira Muto setelah Putin mengunjungi Etorofu. Sengketa Kepulauan Kuril kembali memanas.
Vaksin HPV kini menyasar siswa laki-laki kelas 5 SD di Sleman dalam BIAS 2026. Total 16.291 siswa menjadi sasaran imunisasi.
Eks Menag Yaqut minta dibebaskan dari dakwaan korupsi kuota haji 2023-2024. Tim hukum menilai dakwaan jaksa kabur
Pesawat tempur Dassault Rafale ikut manuver 81 pesawat pada HUT Ke-81 RI. Simak spesifikasi, performa, mesin, dan persenjataannya.