Jadwal Lengkap 76 Indonesian Downhill 2026: Bantul Jadi Arena Neraka
Kompetisi 76 Indonesian Downhill 2026 hadir lebih ekstrem di Bantul. Trek baru lebih curam, cepat, dan menantang rider elite.
Ilustrasi tol/JIBI-Solopos-Nicolous Irawan
Harianjogja.com, JOGJA—Gubernur DIY Sri Sultan HB X mengatakan proyek Tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen akan dilelang tahun depan agar ruas tol tersebut bisa terintegrasi dengan Bandara Internasional Yogyakarta atau Yogyakarta International Airport (YIA),
“Tahun ini yang dilelang baru yang Jawa Tengah dulu. Awal tahun depan baru Jogja [DIY]. Ini sudah selesai, tinggal Pak Menteri [Menteri PUPR Basuki Hadimoeljono] tanda tangan detail engineering desain-nya, nanti saya mengeluarkan izin lokasi, baru bisa dilelang,” ujar Sultan di Kepatihan, Jogja, Senin (12/8/2019).
Sultan mengatakan Tol Jogja-Solo yang akan tersambung dengan Tol Jogja-Bawen bisa membuat wisatawan langsung ke Borobudur. Jika masyarakat dan pebisnis DIY tidak aktif, wisatawan akan langsung menuju Borobudur tanpa singgah di DIY.
“Itu tergantung kita sendiri, kalau kita tidak aktif maka orang [wisatawan] akan melihat Jogja dari Borobudur. Hal seperti itu tidak bisa dihindari,” ucap Gubernur.
Dia menegaskan tidak ada jalan tol yang langsung menuju ke Bandara Internasional Yogyakarta atau Yogyakarta International Airport (YIA). Meskipun demikian, Sultan masih mengizinkan adanya akses dari bandara baru yang terhubung ke jalan tol.
“Tetapi bukan tol yang masuk ke bandara,” kata Sultan.
Sultan mengatakan akan ada jalan tembus yang mendukung jalan tol. Salah satunya jalan tembus dari Sentolo menuju Muntilan (Borobudur). Jalan tersebut termasuk jalur Jogja Outer Ring Road (JORR) yang bisa sampai Muntilan atau Tol Jogja-Bawen. Jalan dari Temon yang melewati Suroloyo diharapkan bisa menjadi satu dengan jalur jalan Sentolo Muntilan.
“Saya juga berharap, nanti dari Temon menuju Suroloyo jadi satu dengan jalur Sentolo ke utara untuk tembus ke Muntilan. Jadi ke Bandara Kulonprogo bisa lewat jalur Temon atau Sentolo [selain lewat tol],” kata dia.
Terpisah, Sekretaris Daerah DIY Gatot Saptadi mengatakan sebagian besar pembangunan tol di DIY akan melayang alias elevated, termasuk jalur yang menghubungkan Tol Jogja-Solo ke Jogja-Bawen di atas Ring Road. Kontsruksi ini dipilih untuk menghindari banyaknya pembebasan lahan.
Menurut Gatot, ada beberapa penyesuaian jalan Tol Jogja-Bawen, seperti koneksi dengan konstruksi jalan Bedah Menoreh untuk menggairahkan potensi wisata di wilayah Kulonprogo dan Magelang.
“Bagaimana pun, jaringan tol harus nyambung dan tidak terputus. Kedua jalan tol ini [Jogja-Bawen dan Jogja-Solo] akan terkoneksi melalui Ring Road,” katanya.
Sebelumnya, Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Sugiyartanto mengatakan pembuatan trase tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen sudah mencapai 70-80%. Jika prosesnya lancar, kedua proyek ini bisa dilelang akhir tahun ini. “Kalau lelang akhirnya tahun ini, maka konstruksi bisa dilakukan awal 2020.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kompetisi 76 Indonesian Downhill 2026 hadir lebih ekstrem di Bantul. Trek baru lebih curam, cepat, dan menantang rider elite.
Inter Milan gagal menang setelah ditahan Hellas Verona 1-1 pada pekan ke-37 Liga Italia 2025/2026 di Giuseppe Meazza.
Dinas Kesehatan Gunungkidul memastikan belum ada kasus hantavirus, namun warga diminta menjaga kebersihan dan waspada penularan.
DisperinkopUKM Kulonprogo mempercepat pendampingan sertifikasi halal gratis bagi UMKM sebelum kuota Sehati DIY ditutup akhir Mei 2026.
PBB mendesak investigasi independen atas dugaan penyiksaan dan kematian tahanan Palestina di pusat penahanan Israel.
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Super League 2025/2026 usai menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar di Parepare.