SD Muhammadiyah Sapen Pertahankan Gelar, Tarakanita Bumijo Cetak Sejarah di MLSC Jogja
SD Muhammadiyah Sapen kembali juara KU 12 MLSC Jogja. SD Tarakanita Bumijo I mencetak sejarah sebagai juara baru KU 10 dengan top skor 36 gol.
Ilustrasi tol/JIBI-Solopos-Nicolous Irawan
Harianjogja.com, JOGJA—Gubernur DIY Sri Sultan HB X mengatakan proyek Tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen akan dilelang tahun depan agar ruas tol tersebut bisa terintegrasi dengan Bandara Internasional Yogyakarta atau Yogyakarta International Airport (YIA),
“Tahun ini yang dilelang baru yang Jawa Tengah dulu. Awal tahun depan baru Jogja [DIY]. Ini sudah selesai, tinggal Pak Menteri [Menteri PUPR Basuki Hadimoeljono] tanda tangan detail engineering desain-nya, nanti saya mengeluarkan izin lokasi, baru bisa dilelang,” ujar Sultan di Kepatihan, Jogja, Senin (12/8/2019).
Sultan mengatakan Tol Jogja-Solo yang akan tersambung dengan Tol Jogja-Bawen bisa membuat wisatawan langsung ke Borobudur. Jika masyarakat dan pebisnis DIY tidak aktif, wisatawan akan langsung menuju Borobudur tanpa singgah di DIY.
“Itu tergantung kita sendiri, kalau kita tidak aktif maka orang [wisatawan] akan melihat Jogja dari Borobudur. Hal seperti itu tidak bisa dihindari,” ucap Gubernur.
Dia menegaskan tidak ada jalan tol yang langsung menuju ke Bandara Internasional Yogyakarta atau Yogyakarta International Airport (YIA). Meskipun demikian, Sultan masih mengizinkan adanya akses dari bandara baru yang terhubung ke jalan tol.
“Tetapi bukan tol yang masuk ke bandara,” kata Sultan.
Sultan mengatakan akan ada jalan tembus yang mendukung jalan tol. Salah satunya jalan tembus dari Sentolo menuju Muntilan (Borobudur). Jalan tersebut termasuk jalur Jogja Outer Ring Road (JORR) yang bisa sampai Muntilan atau Tol Jogja-Bawen. Jalan dari Temon yang melewati Suroloyo diharapkan bisa menjadi satu dengan jalur jalan Sentolo Muntilan.
“Saya juga berharap, nanti dari Temon menuju Suroloyo jadi satu dengan jalur Sentolo ke utara untuk tembus ke Muntilan. Jadi ke Bandara Kulonprogo bisa lewat jalur Temon atau Sentolo [selain lewat tol],” kata dia.
Terpisah, Sekretaris Daerah DIY Gatot Saptadi mengatakan sebagian besar pembangunan tol di DIY akan melayang alias elevated, termasuk jalur yang menghubungkan Tol Jogja-Solo ke Jogja-Bawen di atas Ring Road. Kontsruksi ini dipilih untuk menghindari banyaknya pembebasan lahan.
Menurut Gatot, ada beberapa penyesuaian jalan Tol Jogja-Bawen, seperti koneksi dengan konstruksi jalan Bedah Menoreh untuk menggairahkan potensi wisata di wilayah Kulonprogo dan Magelang.
“Bagaimana pun, jaringan tol harus nyambung dan tidak terputus. Kedua jalan tol ini [Jogja-Bawen dan Jogja-Solo] akan terkoneksi melalui Ring Road,” katanya.
Sebelumnya, Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Sugiyartanto mengatakan pembuatan trase tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen sudah mencapai 70-80%. Jika prosesnya lancar, kedua proyek ini bisa dilelang akhir tahun ini. “Kalau lelang akhirnya tahun ini, maka konstruksi bisa dilakukan awal 2020.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SD Muhammadiyah Sapen kembali juara KU 12 MLSC Jogja. SD Tarakanita Bumijo I mencetak sejarah sebagai juara baru KU 10 dengan top skor 36 gol.
Mediasi tambang CV BKS dan warga Padukuhan Karang Kulon Progo menghasilkan titik temu. Pemda DIY menjelaskan legalitas perizinan.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 30 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan, kedatangan tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Dokter Yoga Yuniadi meluruskan anggapan obat hipertensi menyebabkan ginjal rusak dan menjelaskan pentingnya menjaga tekanan darah tetap terkendali.
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.