Kulonprogo Tunggu Bantuan Benih Cabai

Ilustrasi cabai - Reuters
14 Agustus 2019 07:47 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, WATES--Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpangan) Kulonprogo masih menunggu turunnya bantuan benih cabai dari Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementrian Pertanian, yang rencananya bisa ditanam di lahan seluas 50 hektare.

"Kemarin kami usulkan ke Pak Dirjen, kebetulan sangat respek, usulan kita 50 hektare untuk bantuan benih, nah ini kita tunggu realisasinya," kata Kepala Distanpangan Kulonpogo, Aris Nugroho, Selasa (13/8/2019).

Jika bantuan ini turun, akan menambah kedigdayaan produksi cabai Kulonprogo. Aris menyebut, saat ini total luas lahan cabai di Kulonprogo mencapai 600 hektare. Lahan tersebut kebanyakan berada di wilayah pesisir. Adapun dengan luasan yang ada ini, setiap kali panen, per harinya mampu menghasilkan 150 ton cabai. Hasil panenan ini kemudian dikirim ke sejumlah daerah, salah satunya Jakarta.

Aris mengatakan bantuan ini juga bertujuan untuk menjaga harga cabai di pasaran stabil. Menurutnya dengan kian luasnya lahan, ada kemungkinan harga bakal terjaga, karena stok saat produksi bisa memenuhi permintaan pasar. Oleh karena itu dia mengharapkan bantuan tersebut dapat segera turun.

Kepala Bidang Hortikultura Distanpangan Kulonprogo Eko Purwanto mengatakan produksi cabai di Kulonprogo saat ini cukup tinggi. Tingginya produksi juga dibarenfi dengan melonjaknya harga baik di tingkat petani maupun pedagang.

Dia memaparkan pada Juli 2019, produksi cabai mencapai 1.417,50 ton atau sekitar 40 ton per hari. Kemudian angka ramalan sementara (arams) produksi Agustus sekitar 568,40 ton, September 533,40 ton dan Oktober 1.430,63 ton. Sementara harga di pasaran saat ini berkisar antara Rp40.000 sampai Rp50.000 per kilogram.

Kendati begitu, pihaknya mengharapkan agar produksi ini dapat berkesinambungan dengan permintaan dan pasokan sehingga harga di pasaran tetap stabil. "Kami harapkan produksi bisa berkesinambungan, sehingga mampu memenuhi permintaan dan pasokan ke pasar," katanya.