Advertisement
JCACC Bantu Tangani Masalah Kekeringan
Perwakilan JCACC saat memberikan dropping air beberapa waktu lalu. Ist. - JCACC
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Jogja Chinees Arts & Culture Centre (JCACC) dengan dukungan 13 organisasi masyarakat (ormas) warga Tionghoa Jogja memberikan bantuan air bersih pada daerah yang mengalami kekeringan.
Ketua I JCACC, Jimmy Sutanto mengatakan bantuan air tersebut dilakukan secara bertahap. Ia berharap dengan kegiatan ini dapat meringankan beban warga yang mengalami kekeringan.
Advertisement
"Ini wujud perhatian sesama. Kalau di daerah perkotaan mungkin kita merasa sudah kecukupan. Tetapi yang dipinggirankan ada juga yang kekurangan," kata Jimmy, Rabu (14/8).
Jimmy mengungkapkan pada tahap pertama ini telah dilakukan dropping empat tangki di Desa Kebon Harjo, Kecamatan Samigaluh, Kulon Progo, pada Jumat (9/8). Kemudian kedua di Desa Grogol, Kecamatan Paliyan, Gunungkidul sebanyak 63 tangki, pada Sabtu (10/8).
BACA JUGA
Ia mengatakan bantuan ini tidak terpatok dengan batasan berapa yang akan diberikan. Akan melihat kebutuhan di masyarakat, jika memang diperlukan akan kembali dilakukan dropping. Namun beberapa kendala juga ditemui dalam melakukan dropping ini, mulai dari akses jalan hingga permasalahan waktu sehingga perlu bertahap.
Dikatakan Jimmy, kegiatan-kegiatan sosial memang sering dilakukan oleh JCACC atau ormas yang ada. Menyesuaikan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat.
Untuk permasalahan kekeringan ini dinilai Jimmy pada lima tahun terakhir memang cukup parah, karena pengaruh iklim. Ia berharap kegiatan sosial semacam ini dapat terus berlangsung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Basarnas Bakal Serahkan Black Box ATR PK-THT ke KNKT untuk Investigasi
Advertisement
Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai
Advertisement
Berita Populer
- Pos Bantuan Hukum Dinilai Redam Sengketa Warga Sleman
- HGN ke-66, Persagi DIY Edukasi Gizi 24 Sekolah di Bantul
- Jalan Kelok 23 Bantul-Gunungkidul Ditargetkan Dibuka Juli 2026
- Pilkades Serentak Gunungkidul 2026 Tetap Manual, Ini Alasannya
- Dongkrak Kualitas Destinasi, DIY Targetkan Standar Global di JBM 2026
Advertisement
Advertisement



