RW 08 Ratmakan Mulai Bersolek

Salah satu warga RW 08 Ratmakan, Kelurahan Ngupasan, Kecamatan Gondomanan mengecat talut di kampung mereka, belum lama ini. - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
15 Agustus 2019 14:07 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Tak ingin terus dicap sebagai kampung kumuh, warga RW 08 Ratmakan, Kelurahan Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Jogja mulai berbenah. Setelah menerima pelatihan seperti hidroponik dan lele cendol, kini warga mulai mengimplementasikan ke ranah lingkungan.

Ketua RW 08 Kampung Ratmakan Kelurahaan Ngupasan Adrian Agus mengatakan setelah mendapat pelatihan warga mulai membenahi kampung Ratmakan. Pembenahan dilakukan agar kesan kumuh di kampung tersebut hilang. "Sebagai langkah awal kami mengecat lingkungan kampung dengan warna-warni pemandangan agar indah dan asri," kata Aan, sapaan akrab Adrian, kepada Harianjogja.com, Rabu (14/8/2019).

Tidak hanya itu, warga juga membangun talut di sepanjang RW 08 agar lingkungan lebih tertata dan rapi. Pembenahan fisik ini juga dinilai penting untuk menambah keindahan kampung. Sebab dinding-dinding rumah di jalan kampung akan dipoles dengan kreasi warna. "Saya terobsesi menjadikan Kampung Warna-Warni Ratmakan. Untuk mengubah kampung kumuh. Rumah warna-warni ini akan kami jadikan ikon," katanya.

Warna-warni bangunan tersebut nantinya akan dipadukan dengan keberadaan Kampung Sayur Ratmakan. Menurut Agus, warga yang mendapatkan pelatihan hidroponik saat ini sudah menikmati hasilnya.

Termasuk juga warga yang mendapatkan pelatihan lele cendol. "Sudah panen sekali. Kemudian hasil panen dijual antara Rp5.000-Rp7.000 per kg ke warga. Hasil dari penjualan sayur tidak masuk kas RW tetapi masuk di kas pengelola sayuran hidroponik. RW tidak minta apa-apa hanya selalu memberikan semangat agar program tetap berjalan dan berkembang," katanya.

Aan berharap warga terus bersemangat untuk mengembangkan hidroponik dan lele cendol pihaknya pun memberikan bantuan dana yang berasal dari kas RW. Masing-masing kelompok diberikan dana stimulan Rp250.000. "Biar mereka bertambah semangat. Jual beli sendiri, hasilnya sebagian untuk kas dan biaya perawatan," katanya.

Ide Aan untuk membenahi kampung Ratmakan agar lepas dari kesan kumuh awalnya dicibir oleh sebagian warga. Namun dia tetap bertekad untuk mewujudkan itu. Selain sudah menjadi salah satu program RW, menjadikan Ratmakan sebagai kampung warna warni dan kampung sayur juga bertujuan untuk mengangkat potensi yang dimiliki warga.

Lurah Ngupasan Didik Agus Mursihanta mengatakan program pemberdayaan memang digencarkan kembali oleh kelurahaan. Program pemberdayaan yang diterapkan oleh kelurahaan ini selain hidroponik juga budi daya lele cendol.

Warga dilatih untuk memelihara lele dalam base dengan memaksimalkan lahan yang ada di sekitar mereka. "Seperti lahan pekarangan yang masih lowong, bisa dimanfaatkan oleh warga. Dengan budi daya lele ini kami berharap bisa memberikan dampak positif bagi ekonomi warga," kata Didik.