Sering Beri Ide Bermanfaat, Warga Ungkap Keseharian Dosen UGM yang Tewas Gantung Diri

Ilustrasi Bunuh Diri
15 Agustus 2019 20:37 WIB Newswire Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Seorang dosen Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogja sebelumnya ditemukan tewas dengan cara gantung diri di kediamannya, di Kampung Nyutran Wirogunan, Kecamatan Mergangsan, Kota Jogja, Kamis (15/8/2019). Warga sekitar menceritakan keseharian korban.

Korban yang diketahui bernama Budi Setiyanto,55, yang tercatat sebagai pengajar di Fakultas Teknik UGM itu ditemukan dalam kondisi tak bernyawa pada pukul 11.00 WIB.

Salah seorang saksi mata, Supardi,47, mengatakan korban ditemukan dalam posisi tergantung dengan tali tambang di teras rumahnya. Ia mendatangi kediaman korban setelah mendengar teriakan dari adiknya, Yanti.

"Lagi benerin radio, tiba-tiba mendengar suara orang teriak. Saya cari sumbernya ternyata dari Bu Yanti. Setelah sampai, saya kira korban jatuh atau apa, tahunya seperti itu," kata Supardi di rumah duka.

Menyaksikan kejadian itu, Supardi tak berani mendekat dan hanya membantu menutupi tempat kejadian perkara dengan selembar sprei berwana kuning agar tidak banyak orang yang melihat.

"Supaya tidak kelihatan orang dari luar. Nggak lama terus petugas Polsek Mergangsan datang dan jenazah dibawa" kata dia.

Mengenai latar belakang korban gantung diri, ia mengaku tidak tahu persis. Meski demikian, korban selama ini dikenal baik dengan kerap memberikan gagasan yang bermanfaat bagi warga sekitar.

"Orangnya baik, kalau arisan sering ngasih ide-ide, karena almarhum dosen juga kan. Tadi pagi saja masih sempat salat subuh bareng di masjid," kata Supardi.

Kepala Humas dan Protokol UGM, Iva Ariani mengatakan pihak UGM sangat terkejut dan berduka dengan peristiwa itu. Ia membenarkan bahwa korban masih tercatat sebagai dosen aktif di Kampus UGM.

Menurut Iva, pihak UGM akan menunggu hasil pemeriksaan dari pihak Kepolisian.

"Jelas kami kaget berduka terhadap kejadian ini, tapi kami menunggu hasil dari pihak berwajib. Kalau sudah ada informasi baru mungkin kita mau memikirkan seperti apa. Sampai saat ini kita menunggu," kata dia.

Sumber : Antara