Disbud Gunungkidul Dorong Pemdes Tulis Buku Sejarah Desa

Buku - Ilustrasi
15 Agustus 2019 22:57 WIB Rahmat Jiwandono Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kebudayaan (Disbud) Gunungkidul mendorong 144 desa yang ada di Gunungkidul untuk menulis sejarah berdirinya desa.

Kepala Disbud Gunungkidul, Agus Kamtono, menyatakan masih ada 88 desa yang belum menuliskan sejarah berdirinya desa. Penulisan sejarah desa tentang kapan lahirnya, siapa saja yang berperan, dan hingga saat ini sudah dijabat kepala desa ke berapa. "Tujuannya untuk membangun motivasi masyarakat," ucapnya, belum lama ini.

Menurutnya, jika masyarakat dari sebuah sistem yang sama serta psikologi yang sama akan menumbuhkan motivasi sehingga rasa memiliki desa semakin kuat. Hal itu tidak lepas dari budaya gotong royong di Bumi Handayani. "Buktinya bisa dilihat dari proses upacara adat yang dilakukan seperti rasulan dan sadranan," ujar dia.

Agus mengatakan tradisi Rasulan merupakan wujud syukur masyarakat terhadap hasil alam yang diberikan Tuhan Yang Maha Kuasa. Sedangkan Sadranan ialah bentuk penghormatan kepada para pendahulunya atas jasa-jasa yang sudah dilakukan di wilayahnya. "Yang diajarkan seperti cara bercocok tanam ataupun beternak," katanya.