Desa Harus Semakin Ramah Gender

Acara Sosialisasi Pemahaman Gender di Balai Desa Sampang, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul, Rabu (14/8/2019). - Harian Jogja/David Kurniawan
14 Agustus 2019 22:17 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk DIY menggelar sosialisasi kesetaraan gender di Balai Desa Sampang, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul, Rabu (14/8/2019). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kesetaraan gender hingga tingkat desa.

Kepala Seksi Data Informasi Gender dan Kerja Sama Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk DIY, Arif Nasiruddin, mengatakan acara Sosialisasi Pemahaman Gender yang digelar di Balai Desa Sampang merupakan bentuk kepedulian terhadap program kesetaraan gender. Terlebih lagi, Pemda DIY sudah mendapatkan penghargaan Parahita Ekapraya sebagai bentuk perhatian terhadap masalah gender. “Di DIY yang mendapatkan penghargaan tingkat mentor baru Pemda DIY dan Pemkab Sleman. Harapannya dengan program sosialisasi ini dapat meningkatkan kesetaraan gender sehingga daerah-daerah lain juga mendapatkan penghargaan yang sama,” kata Arif saat ditemui di Balai Desa Sampang, Rabu.

Menurut dia, di dalam sosialisasi ada beberapa hal yang disampaikan ke masyarakat berkaitan dengan kesetaraan gender. Ada beberapa fokus yang dijelaskan ke peserta sosialiasi mulai dari partisipasi dalam penetapan program di tingkat desa hingga aksesibilitas yang tidak membeda-bedakan jenis kelamin. “Program dilaksanakan tidak hanya di tingkat kabupaten, tapi juga menyasar ke desa. Untuk tahun ini ada 75 desa yang dilakukan sosialisasi tentang kesetaraan gender,” katanya.

Arif menjelaskan, di dalam program kesetaraan gender bisa dilihat dari program kegiatan yang dimiliki, apakah sudah melibatkan partisipasi aktif dari kaum perempuan. Selain itu, dari sisi infrastruktur juga bisa dilihat melalui keberadaan fasilitas ramah gender, salah satunya ruang untuk laktasi. “Ada banyak program. Yang jelas di dalam pelaksanaannya akan terus melakukan evaluasi secara berkala,” katanya.

Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindunan Anak Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat Desa (DP3AKBPMD) Gunungkidul, Rumi Hayati, mengatakan progam Sosialisasi Pemahaman Gender yang dilaksanakan Pemda DIY memberikan banyak manfaat. Salah satunya sebagai upaya memberikan kesadaran masyarakat berkaitan dengan kesetaraan hak antara perempuan dan laki-laki. “Antusias dari masyarakat sangat baik dan mudah-mudahan sosialisasi yang diberikan dapat memberikan manfaat,” kata Rumi.

Menurut dia, di dalam menjalankan tugas dalam keluarga tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan karena kesemuanya memiliki tugas yang sama. “Harapannya kesetaraan gender ini bisa terus dikembangkan dan dilihat dalam program yang dimiliki desa,” katanya.

Kepala Desa Sampang, Suharman, menekankan pentingnya kesetaraan gender di masyarakat sehingga tidak ada lagi diskriminasi hak antara perempuan dengan laki-laki. Oleh karena itu, di dalam penyusunan rencana kerja, pemdes selalu melibatkan peran dari perempuan dalam kegiatan musyawarah pembangunan desa di tingkat perdusunan. “Selain itu dalam rekrutmen BPD desa juga menyediakan perwakilan khusus dari kelompok perempuan,” katanya.