Lembaga Kristen Serukan Perlawanan terhadap Diskriminasi

Ilustrasi toleransi antar umat beragama. - JIBI
18 Agustus 2019 20:42 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Sejumlah lembaga keumatan Kristen menyerukan publik tidak tinggal diam menghadapi praktik diskriminasi. Wakil Sekretaris Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia (PIKI) DIY W Timothius Apriyanto mengatakan banyaknya konflik berbasis agama yang tidak terpecahkan secara optimal berpotensi mengancam Pancasila dan keutuhan NKRI.

“Peran tokoh dan organisasi Kristen dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang dulu sangat kuat dan strategis, sekarang cenderung menjadi objek persoalan pembangunan,” ujarnya seusai Deklarasi Pernyataan Politik Lembaga Kristen, di Ayara Coffee Shop, Minggu (18/8/2019).

Dia menyerukan kepada masyarakat khususnya umat Kristen untuk tidak takut melawan setiap tindakan diskriminasi maupun ideologi radikal. “Tentu melawan bukan berarti secara fisik. Ideologis dilawan dengan ideologi, dengan dialog dan diskusi,” katanya.

Selain itu, dia juga menuntut pemerintah dan aparatur negara untuk adil serta menjamin hak beragama dan berpolitik seluruh masyarakat. “Kami bergerak secara proaktif bersama elemen bangsa lainnya untuk melawan setiap tindakan yang mengancam tegaknya pancasila dan UUD 1945,” ujarnya.

Sekretaris Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) DIY, Dwi Purnama, mengatakan sikap tidak tinggal diam terhadap perlakuan diskriminatif telah menjadi sikap pastoral lembaga keumatan Kristen. Ia menegaskan sikap ini diambil bukan dalam konteks pembelaan terhadap eksistensi umat Kristen, melainkan pembelaan atas hak konstitusional.

“Perlawanan kami bukan perlawanan primordial, tapi untuk kepentingan kebangsaan, NKRI dan pancasila. Kami harus melawan karena kami adalah merupakan bagian dari negara ini. Tapi perlawanan ini tidak harus seperti gerakan radikal,” kata dia.