Advertisement

Seorang Napi di Cebongan Terancam Batal Terima Remisi, Ada Apa?

Yogi Anugrah
Minggu, 18 Agustus 2019 - 17:37 WIB
Arief Junianto
Seorang Napi di Cebongan Terancam Batal Terima Remisi, Ada Apa? Ilustrasi - JIBI/Harian Jogja

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Seorang warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas II B Cebongan terancam batal mendapatkan remisi umum pada 17 Agustus lalu lantaran diduga melakukan pelanggaran.

Kasubsi Registrasi dan Bimkemas Lapas Kelas II B Cebongan Erik Murdiyanto mengaku telah mengusulkan nama-nama yang diajukan remisi sejak beberapa waktu lalu. Nama tersebut telah disetujui dan keluar SK remisi.

Seusai turunnya surat keputusan dari Pusat, ternyata salah satu nama diduha melakukan pelanggaran. “Saat ini masih dilakukan proses penyelidikan terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh satu orang WBP tersebut, belum ada kekuatan hukum,” kata dia, Minggu (18/8/2019).

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Sayangnya Erik tidak membeberkan lebih lanjut mengenai pelanggaran apa yang dilakukan. Prosesnya, kata dia, jika memang terbukti WBP melakukan pelanggaran, terlebih dahulu proses lidik dan membuat BAP, jika memang terbukti akan disidangkan dalam Tim Pengamat Pemasyarakatan untuk menentukan jenis pelanggaran dan hukuman.

“Jika memang tergolong pelanggaran berat maka akan dilakukan proses lebih lanjut, akan dikategorikan pelanggaran berat dan dicatat dalam buku pelanggaran [Reg. F]. Potensi akibat pelanggaran, maka akan dicabut SK remisi yg telah diberikan. Ini atas buah pelanggaran dimaksud,” kata dia.

Kepala Lapas Kelas II B Cebongan, Gunarto mengatakan total ada 137 WBP di Lapas Cebongan yang menerima remisi umum pada 17 Agustus 2019. Dari jumlah tersebut sembilan di antaranya mendapat remisi umum 2 atau langsung bebas, dan 128 orang menerima remisi umum 1.

Berbeda dengan remisi umum 2, WBP yang menerima remisi umum 1, hanya mendapatkan potongan masa tahanan selama satu bulan hingga lima bulan. “Sedangkan jumlah WBP pada 17 Agustus berjumlah 260 orang dengan pembagian 191 narapidana yang telah berkekuatan hukum tetap [inkrah] dan 69 orang tahanan,” kata Gunarto.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Jadwal KRL Jogja-Solo Hari Rabu Ini

Jadwal KRL Jogja-Solo Hari Rabu Ini

Jogjapolitan | 6 hours ago

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Gerindra Ungkap Cak Imin Paling Cocok Jadi Cawapres Prabowo

News
| Rabu, 28 September 2022, 15:47 WIB

Advertisement

alt

Suka Liburan, Yuk Patuhi 5 Etika Saat Berwisata

Wisata
| Senin, 26 September 2022, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement