Ada Pesan Cinta Tanah Air dan Kepedulian Sosial di Kemah Kebangsaan

Pembukaan acara Kemah Kebangsaan Karang Taruna 2019 di Bukit Klangon, Dusun Kalitengah Lor, Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Sabtu (20/8/2019). - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
24 Agustus 2019 20:27 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Dinas Sosial DIY menggelar Kemah Kebangsaan Karang Taruna 2019 di Bukit Klangon, Dusun Kalitengah Lor, Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, Sabtu (20/8/2019). Acara tersebut diikuti oleh 450 peserta tingkat desa dan kecamatan.

Ketua Karang Taruna DIY, GKR Condrokirono, mengatakan kemah kebangsaan adalah salah satu program Karang Taruna yang bertujuan menanamkan kembali semangat nasionalisme di kalangan generasi muda.

"Melalui kegiatan kemah kebangsaan ini generasi muda Jogja baik Karang Taruna maupun perwakilan organisasi kepemudaan lain akan dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan yang berorientasi kepada cinta Tanah Air dan kepedulian sosial terhadap sesama," kata Condrokirono, Sabtu.

Kemah kebangsaan pada tahun ini dilaksanakan selama dua hari mulai Sabtu sampai dengan Minggu (25/8/2019) dengan mengambil tema Jogja Itu Budaya, Karya, dan Karang Taruna. "Tema ini memberikan pesan kuat bahwa Jogja adalah pusat kebudayaan, gudangnya karya yang kreatif dan inovatif sekaligus barometer perkembangan Karang Taruna di tingkat nasional," jelasnya.

Melalui tema ini kader muda Karang Taruna Jogja diajak untuk bangga menjadi bagian dari Jogja yang istimewa karena budayanya, karyanya dan karena Karang Taruna-nya.

"Sejalan dengan hal tersebut maka kami berharap melalui kegiatan kemah kebangsaan ini dapat menjadi momentum generasi muda Jogja untuk kembali memperkuat kecintaannya pada kebudayaan Jawa dengan cara ikut aktif melestarikan budaya Jawa dalam kesehariannya," kata dia.

Melalui kegiatan ini pula, peserta juga akan melaksanakan kegiatan bedah rumah sebagai bentuk nyata kepedulian sosial generasi muda terhadap sesama.

Gubernur DIY Sri Sultan HB X dalam sambutannya yang diwakili oleh Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Sosial, Budaya dan Kemasyarakatan, Tri Mulyono, mengatakan generasi muda ibarat musim seminya kehidupan atau youth is the spring of life, saat tumbuhnya tunas-tunas baru dan pupus daun.

Pujangga Ranggawarsita dalam syair Jaka Lodhang, berharap, agar generasi muda memiliki kelapangan dada atau kebesaran hati untuk menerima segala perbedaan dalam bentuk apa pun. "Sehingga tidak merasa risih untuk bahu-membahu bersama saiyég saéka kapti membangun DIY sebagai wujud budaya, karya, karakter Karang Taruna," kata Tri Mulyono membacakan pesan Sri Sultan HB X.