Produk Lokal Kuasai 55 Persen Katalog Sociolla hingga Juni 2026
Produk kecantikan lokal menguasai 55% katalog Sociolla hingga Juni 2026, dengan lebih dari 180 brand dan 6.000 SKU aktif.
Sri Sultan HB X/Antara-Andreas Fitri Atmoko
Harianjogja.com, JOGJA—Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X atau Sultan Jogja meminta agar karang taruna tampil dan mengambil bagian dalam upaya penanganan persoalan sosial di wilayah setempat. Salah satunya membantu penanganan pengurangan kemiskinan dan pengangguran di desanya masing-masing.
Hal ini diungkapkannya dalam acara Awarding Pekan Inovasi Sosial Karang Taruna DIY Minggu (29/9/2024) malam. Sultan Jogja mengungkapkan harapannya agar karang taruna berkolaborasi dengan pemerintah desa mengaktifkan potensi-potensi desa.
BACA JUGA : Diskominfo DIY Ajak Karang Taruna Kampanyekan Anti Judi Online
"Harapan saya anak muda yang tergabung dalam karang taruna bisa mengambil inisiatif. Dengan inovasinya, mereka bisa mempelopori dan membantu Pak Lurah, khususnya mengurangi angka kemiskinan, maupun pengangguran," kata Sultan.
Sultan menjelaskan, dengan mengangkat potensi desa, masyarakat desa dapat tumbuh dan berkembang tanpa harus ke kota. Pemda DIY pun sangat terbuka untuk diajak bekerja sama untuk melakukan berbagai hal agar lapangan kerja juga tumbuh di desa.
"Melalui kegiatan ini, saya kira ini momentum yang bagus bagi karang taruna. Di samping juga mengembangkan bisnisnya juga bisa menjalankan komitmen sosialnya," ujarnya.
Ketua Karang Taruna DIY GKR Hayu dalam laporannya mengatakan, Pekan Inovasi Sosial ini diselenggarakan sebagai peringatan HUT ke-60 Karang Taruna yang jatuh setiap 26 September. Rangkaian kegiatan ini juga sebagai bukti nyata kerja Karang Taruna DIY dalam penanganan masalah sosial masyarakat.
"Kami menerima mandat dari Gubernur DIY untuk mencegah urbanisasi. Salah satu cara kami untuk melaksanakan mandat tersebut ialah melalui program inovasi sosial yang kami inisiasi ini. Kami berharap karang taruna di setiap desa bisa berkontribusi menyelesaikan permasalahan sosial yang ada di desa mereka," ungkapnya.
GKR Hayu menuturkan, dalam upaya penyelesaian masalah sosial di masa kini, sudah tidak bisa lagi dengan cara lama. Perlu adanya inovasi dan pengentasan masalah sosial yang mengarah pada kemandirian dan keberlanjutan. Oleh karena itu, karang taruna sebagai wadah sosial yang besar diharapkan menjadi leading sektor dalam ekosistem sosial.
BACA JUGA : BPKSF Mulai Rancang Program Pemberdayaan di Kawasan Sumbu Filosofi
"Selama ini banyak penanganan masalah sosial yang dilakukan organisasi maupun komunitas, tapi masih berjalan sendiri-sendiri. Padahal jika kekuatan ini disatukan, disinergikan dan dikolaborasikan, pasti menjadi energi yang sangat besar," ujarnya.
GKR Hayu mendorong kolaborasi dan kerja sama semua pihak terkait. Selama ini sudah banyak best practice penanganan masalah sosial yang potensial untuk dikomunikasikan dan diterapkan di berbagai tempat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Produk kecantikan lokal menguasai 55% katalog Sociolla hingga Juni 2026, dengan lebih dari 180 brand dan 6.000 SKU aktif.
BGN meminta makanan MBG yang tidak layak tidak dikonsumsi dan segera dikembalikan ke SPPG untuk diperiksa dan diinvestigasi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN membuka kanal khusus bagi guru untuk melaporkan keluhan, temuan, dan pengaduan terkait pelaksanaan Program MBG di sekolah.
Sebanyak 212 orang berhasil dievakuasi dari kebakaran KMP Putri Yasmin di Selat Lombok. SAR melanjutkan pencarian pada Kamis.
Heatstroke dapat mengancam nyawa saat cuaca panas. Kenali gejala, pertolongan pertama, dan kelompok yang lebih rentan mengalaminya.