Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Pengendara motor melintas di dekat lubang proyek Saluran Air Hujan yang mangkrak, di Jalan Babaran, Rabu (28/8/2019)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA- Seminggu pasca dihentikannya pengerjaan proyek Saluran Air Hujan Jalan Soepomo Cs di Kecamatan Umbulharjo, Kota jogja karena dugaan tindak pidana korupsi, warga belum mendapat kejelasan bagaimana kelanjutan proyek itu. Sementara lubang-lubang yang menganga dan banyaknya debu kian mengganggu aktivitas warga.
Salah satu warga yang berada di RT 38 RW 12 Kelurahan Tahunan, Sri Budiyanti, mengeluhkan banyaknya debu di sepanjang Jalan Babaran. Rumahnya berada tepat di sisi utara Jalan Babaran, dimana sepanjang jalan itu terdapat sejumlah lubang proyek yang terhenti pengerjaannya.
Sampai saat ini ia dan warga lainnya belum mendapat kejelasan terkait bagaimana kelanjutan proyek itu. "Ada warga sini yang pensiunan pegawai Pemkot, katanya dua minggu lagi akan diselesaikan. Tapi saya dengar di radio Pak Haryadi mengatakan belum bisa memastikan," kata dia kepada wartawan, Rabu (28/8/2019).
Ia mengatakan proyek yang terhenti itu sangat mengganggu aktivitas warga. Ia merasakan sendiri banyak debu dimana-mana akibat lalu lintas kendaraan di sekitar proyek. Akibatnya banyak warung yang memiloh tutup. Jika ada yang buka, intensitas pelanggannya bisa dipastikan lebih sepi.
Sejak dimulai pengerjaannya, yakni pada Senin (5/8), banyak warung sudah tutup. Sementara Jalan Babaran ditutup untuk akses mobil, kecuali warga setempat. "Ada laundry yang biasa pakai mobil, sekarang jadi sepi," katanya.
Ia juga khawatir jika proyek dibiarkan mangkrak terlampau lama bukan saja mengganggu aktivitas, tapi juga membahayakan bagi orang di sekitarnya. Meski belum ada yang terperosok, tapi ramainya lalu lintas dan anak-anak di sekitar proyek patut diwaspadai.
Kekhawatirannya bertambah mengingat saat ini sudah semakin dekat dengan musim hujan. "Kalau hujan bisa payah, aliran dari selokan di Batikan bisa meluap. Jadi kami berharap segera diselesaikan saja," ujarnya.
Seperti diketahui KPK menangkap jaksa Kejari Jogja Eka Safitra serta seorang kontraktor dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan korupsi lelang proyek saluran air hujan di Jalan Soepomo Jogja.
Jaksa Kejari Jogja sekaligus anggota TP4D Eka Safitra terkena OTT KPK pada Senin (19/8/2019). Ia diduga menerima suap ratusan juta rupiah dari seorang kontraktor, lantaran membantu memuluskan kontraktor tersebut memenangi lelang proyek saluran air hujan di Kota Jogja bernilai lebih dari Rp10 miliar pada tahun anggaran 2019.
Eka selaku anggota TP4D seharusnya mengawal agar jangan sampai proses lelang maupun pelaksanaan proyek tersebut menyalahi aturan, namun ia diduga justru bersekongkol dengan kontraktor dan menyalahgunakan kewenangannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Bakom RI menegaskan jamuan Prabowo di Istana Bogor untuk Wakil PM Rusia bukan perayaan ulang tahun, melainkan agenda diplomatik.
Whoosh mencatat 18,2 juta penumpang selama tiga tahun beroperasi. KCIC juga melaporkan ketepatan waktu 99,4% dan kepuasan pelanggan 95,95%.
Karhutla Gunung Lawu meluas hingga sekitar 100 hektare. Sebanyak 11 titik api terdeteksi dan 304 personel gabungan dikerahkan untuk pemadaman.
Singapura mengirim pemberitahuan kepada tujuh perusahaan Indonesia terkait karhutla. PSI mencapai 192 dan Kemenkes mencatat 283.270 kasus ISPA.
Anies Baswedan menerima Freedom of the City of London setelah dinominasikan tokoh London. Ia mendorong kerja sama Indonesia dan Inggris.