Proyek Saluran Air Hujan di Jogja Mangkrak Pasca OTT KPK, Warga Terganggu

Pengendara motor melintas di dekat lubang proyek Saluran Air Hujan yang mangkrak, di Jalan Babaran, Rabu (28/8/2019). - Harian Jogja/Lugas Subarkah
28 Agustus 2019 19:57 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Seminggu pasca dihentikannya pengerjaan proyek Saluran Air Hujan Jalan Soepomo Cs di Kecamatan Umbulharjo, Kota jogja karena dugaan tindak pidana korupsi, warga belum mendapat kejelasan bagaimana kelanjutan proyek itu. Sementara lubang-lubang yang menganga dan banyaknya debu kian mengganggu aktivitas warga.

Salah satu warga yang berada di RT 38 RW 12 Kelurahan Tahunan, Sri Budiyanti, mengeluhkan banyaknya debu di sepanjang Jalan Babaran. Rumahnya berada tepat di sisi utara Jalan Babaran, dimana sepanjang jalan itu terdapat sejumlah lubang proyek yang terhenti pengerjaannya.

Sampai saat ini ia dan warga lainnya belum mendapat kejelasan terkait bagaimana kelanjutan proyek itu. "Ada warga sini yang pensiunan pegawai Pemkot, katanya dua minggu lagi akan diselesaikan. Tapi saya dengar di radio Pak Haryadi mengatakan belum bisa memastikan," kata dia kepada wartawan, Rabu (28/8/2019).

Ia mengatakan proyek yang terhenti itu sangat mengganggu aktivitas warga. Ia merasakan sendiri banyak debu dimana-mana akibat lalu lintas kendaraan di sekitar proyek. Akibatnya banyak warung yang memiloh tutup. Jika ada yang buka, intensitas pelanggannya bisa dipastikan lebih sepi.

Sejak dimulai pengerjaannya, yakni pada Senin (5/8), banyak warung sudah tutup. Sementara Jalan Babaran ditutup untuk akses mobil, kecuali warga setempat. "Ada laundry yang biasa pakai mobil, sekarang jadi sepi," katanya.

Ia juga khawatir jika proyek dibiarkan mangkrak terlampau lama bukan saja mengganggu aktivitas, tapi juga membahayakan bagi orang di sekitarnya. Meski belum ada yang terperosok, tapi ramainya lalu lintas dan anak-anak di sekitar proyek patut diwaspadai.

Kekhawatirannya bertambah mengingat saat ini sudah semakin dekat dengan musim hujan. "Kalau hujan bisa payah, aliran dari selokan di Batikan bisa meluap. Jadi kami berharap segera diselesaikan saja," ujarnya.

Seperti diketahui KPK menangkap jaksa Kejari Jogja Eka Safitra serta seorang kontraktor dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan korupsi lelang proyek saluran air hujan di Jalan Soepomo Jogja.

Jaksa Kejari Jogja sekaligus anggota TP4D Eka Safitra terkena OTT KPK pada Senin (19/8/2019). Ia diduga menerima suap ratusan juta rupiah dari seorang kontraktor, lantaran membantu memuluskan kontraktor tersebut memenangi lelang proyek saluran air hujan di Kota Jogja bernilai lebih dari Rp10 miliar pada tahun anggaran 2019.

Eka selaku anggota TP4D seharusnya mengawal agar jangan sampai proses lelang maupun pelaksanaan proyek tersebut menyalahi aturan, namun ia diduga justru bersekongkol dengan kontraktor dan menyalahgunakan kewenangannya.