Dies Natalis UNSA ke-28, Astrid Soroti Makna Estafet Antargenerasi
Dies Natalis ke-28 UNSA di Stadion Sriwedari diisi senam sehat dan lomba estafet. Astrid Widayani menyoroti makna estafet antargenerasi.
Forpi meninjau lokasi Proyek Perbaikan Saluran Air Supomo CS yang kini mangkrak, di Jalan Babaran, Rabu (21/8/2019)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA- Pemkot Jogja mulai berkomunikasi dengan KPK terkait nasib proyek rehabilitasi saluran air hujan di Jalan Supomo, Jogja. Termasuk perlakuan ruang yang kini masih dipasangi stiker oleh KPK.
MeresponS hal itu, sejumlah tim dari KPK mendatangi Balaikota Jogja, Kamis (22/8/2019). Mereka menyambangi Kantor Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) dan Kantor Bagian Layanan Pengadaan (BLP) Jogja.
Sejumlah petugas yang datang ke Balaikota mengenakan rompi bertuliskan KPK. Petugas KPK lebih dulu menggeledah salah satu ruangan di Kantor DPUPKP Kota Jogja pada Kamis siang. Setelah itu, petugas KPK yang bergerak ke Kantor BLP. Belum diketahui berkas apa saja yang dibawa para petugas KPK tersebut baik dari kantor DPUP-KP maupun BLP.
Terkait hal itu, Wali kota Jogja Haryadi Suyuti mengatakan, masih belum mendapatkan informasi terkait hal itu. Hanya saja, kata Haryadi, Pemkot sudah meminta Inspektorat dan Bagian Hukum untuk berkomunikasi dengan KPK untuk berkonsultasi mengenai nasib proyek yang diperkarakan tersebut.
"Apakah proyek masih bisa dilanjutkan atau tidak. Termasuk ruang yang diberi stiker oleh KPK," katanya di Kepatihan, Kamis.
Pemkot juga meminta Dinas PUP-KP untuk mengundang pemenang tender proyek, PT Widoro Kandang untuk menanyakan apakah proyek akan diteruskan atau tidak? Pasalnya, Pemkot sudah mencairkan uang muka sebesar 20% dari total kontrak yang disepakati, atau senilai sekitar Rp1,6 miliar dari nilai kontrak yang disepakati sebesar Rp8,3 miliar (dari pagu anggaran sekitar Rp10 miliar).
"Jadi ini secara pararel kami komunikasikan baik dengan KPK maupun rekanan," katanya.
Haryadi mengatakan, ia berinisiatif untuk melaporkan perkembangan kasus tersebut kepada Gubernur DIY Sri Sultan HB X. Sultan, kata Haryadi, meminta agar seluruh ASN untuk mengedepankan prinsip kehati-hatian. ASN juga diminta untuk tetap semangat dan tidak takut untuk mengerjakan proyek yang diamanatkan sesuai prosedur.
"Ini menjadi resiko pekerjaan. Jangan takut. Kasus ini menyegarkan lagi soal komitmen Pakta Integritas yang dilakukan ASN, agar seluruh ASN mawasdiri dan tidak melakukan perbuatan melanggar hukum," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dies Natalis ke-28 UNSA di Stadion Sriwedari diisi senam sehat dan lomba estafet. Astrid Widayani menyoroti makna estafet antargenerasi.
Menkes Budi Gunadi Sadikin membahas kondisi keuangan BPJS Kesehatan, suntikan Rp20 triliun, hingga kualitas layanan rumah sakit.
Polisi membekuk Gembel, spesialis pencuri pompa sumur bor yang terungkap beraksi di 19 TKP di Gunungkidul dan Bantul.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji meminta ASN meninggalkan kebiasaan lama dan memperkuat target pembangunan, termasuk kemiskinan dan pengangguran.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.
Pemkab Sleman dan Klaten menyepakati pembagian PBJT Candi Prambanan untuk mengoptimalkan PAD dan pengembangan kawasan wisata.