Jalur Kereta Api Jogja-Semarang Akan Memanfaatkan Jalur Tol

Ilustrasi jalan tol. - JIBI/Nicolous Irawan
30 Agustus 2019 06:57 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :


Harianjogja.com, JOGJA-- Sekda DIY Gatot Saptadi mengatakan jalur rel kereta api yang menghubungkan Jogja-Semarang akan memanfaatkan jalur tol. jalur tersebut dibuat sejajar dan dibangun melayang (elevated).

"Kuncinya bukan sejajar tol, tapi [jalur kereta] memanfaatkan jalur tol, dan tidak memotong Aeropolis," katanya, kepada wartawan, Kamis (29/8/2019).

Sebelumnya, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DIY Budi Wibowo mengatakan rencana pembangunan rel kereta api rute Jogja-Semarang yang melewati Borobudur sejauh ini masih dalam perencanaan. Sampai saat ini lanjut dia, belum ada pemaparan resmi dari pemerintah pusat terkait proyek tersebut.

Meski begitu, kata Budi, jika pembangunan jalur kereta tetap akan dilakukan maka Pemda DIY tetap menginginkan agar pembangunan jalur kereta dilakukan secara melayang (elevated), sejajar dengan jalan tol. Menurutnya, usulan tersebut sesuai dengan harapan dari Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X.

"Ngarso Dalem ingin pembebasan jalan tol bisa dilakukan juga untuk pembebasan jalur rel kereta. Jadi jalur kereta sejajar dengan tol," kata Budi, Selasa (27/8/2019).

Menurut Budi, keinginan Sultan tersebut didasarkan pada tingginya biaya yang akan dikeluarkan jika jalur KA tersebut dibangun atgrade. Sultan juga tidak ingin jika jalur KA tersebut membebaskan banyak lahan. Apalagi jika ada keinginan dari Pusat untuk menghidupkan lagi jalur mati Jogja-Semarang.

"Itu tidak memungkinkan. Biayanya tambah besar karena jalur kereta lama sudah dipenuhi oleh bangunan. Yang bisa dilakukan [dibangun] menempel dengan jalan tol," katanya.

Jalur jalur kereta Jogja-Semarang tersebut rencananya akan terkoneksi dengan Stasiun Tugu. Dengan begitu jalur tersebut akan menjadi satu kesatuan transportasi penunjang pariwisata di tiga wilayah, Jogja-Solo-Semarang. Hanya saja, kata Budi, sampai saat ini belum ada kejelasan soal rencana pembangunan jalur kereta tersebut. Sebab saat ini Pusat masih berkonsentrasi menyelesaikan jalur kereta bandara.