Dies Natalis UNSA ke-28, Astrid Soroti Makna Estafet Antargenerasi
Dies Natalis ke-28 UNSA di Stadion Sriwedari diisi senam sehat dan lomba estafet. Astrid Widayani menyoroti makna estafet antargenerasi.
Ilustrasi jalan tol./JIBI-Nicolous Irawan
Harianjogja.com, JOGJA-- Sekda DIY Gatot Saptadi mengatakan jalur rel kereta api yang menghubungkan Jogja-Semarang akan memanfaatkan jalur tol. jalur tersebut dibuat sejajar dan dibangun melayang (elevated).
"Kuncinya bukan sejajar tol, tapi [jalur kereta] memanfaatkan jalur tol, dan tidak memotong Aeropolis," katanya, kepada wartawan, Kamis (29/8/2019).
Sebelumnya, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DIY Budi Wibowo mengatakan rencana pembangunan rel kereta api rute Jogja-Semarang yang melewati Borobudur sejauh ini masih dalam perencanaan. Sampai saat ini lanjut dia, belum ada pemaparan resmi dari pemerintah pusat terkait proyek tersebut.
Meski begitu, kata Budi, jika pembangunan jalur kereta tetap akan dilakukan maka Pemda DIY tetap menginginkan agar pembangunan jalur kereta dilakukan secara melayang (elevated), sejajar dengan jalan tol. Menurutnya, usulan tersebut sesuai dengan harapan dari Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X.
"Ngarso Dalem ingin pembebasan jalan tol bisa dilakukan juga untuk pembebasan jalur rel kereta. Jadi jalur kereta sejajar dengan tol," kata Budi, Selasa (27/8/2019).
Menurut Budi, keinginan Sultan tersebut didasarkan pada tingginya biaya yang akan dikeluarkan jika jalur KA tersebut dibangun atgrade. Sultan juga tidak ingin jika jalur KA tersebut membebaskan banyak lahan. Apalagi jika ada keinginan dari Pusat untuk menghidupkan lagi jalur mati Jogja-Semarang.
"Itu tidak memungkinkan. Biayanya tambah besar karena jalur kereta lama sudah dipenuhi oleh bangunan. Yang bisa dilakukan [dibangun] menempel dengan jalan tol," katanya.
Jalur jalur kereta Jogja-Semarang tersebut rencananya akan terkoneksi dengan Stasiun Tugu. Dengan begitu jalur tersebut akan menjadi satu kesatuan transportasi penunjang pariwisata di tiga wilayah, Jogja-Solo-Semarang. Hanya saja, kata Budi, sampai saat ini belum ada kejelasan soal rencana pembangunan jalur kereta tersebut. Sebab saat ini Pusat masih berkonsentrasi menyelesaikan jalur kereta bandara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dies Natalis ke-28 UNSA di Stadion Sriwedari diisi senam sehat dan lomba estafet. Astrid Widayani menyoroti makna estafet antargenerasi.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 30 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan, kedatangan tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Dokter Yoga Yuniadi meluruskan anggapan obat hipertensi menyebabkan ginjal rusak dan menjelaskan pentingnya menjaga tekanan darah tetap terkendali.
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.
DPRD Kota Jogja mendorong pencegahan korupsi melalui penguatan sistem, tata kelola transparan, akuntabel, dan budaya integritas.