Kemenhut Pastikan Penanganan Kebakaran TNBTS Berjalan Terpadu
“Untuk pemadaman sekarang, ada tiga helikopter yang sudah beroperasi untuk pemadaman titik api, terutama di kelerengan yang tidak bisa dijangkau oleh pasukan,"
Suasana pelayanan di kantor BPJS Kesehatan Cabang Sleman, Selasa (14/8/2018). /Harian Jogja-Bernadheta Dian Saraswati
Harianjogja.com, BANTUL--Pemerintah Kabupaten Bantul mengaku belum menentukan langkah apa yang akan diambil jika iuran jaminan kesehatan nasional yang dikelola Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, naik. Pemkab masih mennggu kepastiannya.
"Itu [Rencana Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan] baru informasi awal, baru usulan belum ada Peraturan Presiden," kata Sekretaris Daerah Bantul, Helmi Jamharis, saat ditemui di Komplek Pemerintahan Kabupaten Bantul, Jumat (30/8/2019).
Helmi mengatakan sejauh ini layanan kesehatan di puskesmas dan rumah sakit milik pemerintah khususnya, tetap berjalan lancar. Sebagaimana diketahui Pemerintah Pusat berencana menaikkan iuran BPJS dan segera ditetapkan per 1 September jika Peraturan Presiden (Perpres) sudah keluar.
Kenaikan itu lebih dari 100 persen, yakni untuk peserta mandiri kelas I dari Rp80.000 menjadi Rp160.000. Kelas II dari Rp51.000 menjadi Rp110.000 dan kelas III dari Rp25. 500 menjadi Rp42.000.
Helmi mengatakan Pemkab saat ini ikut mensosialisasikan dan membantu BPJS Kesehatan terkait kepesertaan dan adanya tunggakan. Ia mendorong badan usaha agar mendaftarkan semua karyawannya dalam kepesertaan BPJS. Demikian juga semua pamong desa di Bantul diharapkan tahun ini sudah terdaftar semua.
Helmi mahami kondisi BPJS saat ini sedang defisit. Namun Pemkab juga tidak bisa berbuat banyak. Pihaknya hanya mengupayakan agar peserta BPJS dari bantuan iur tetap terbayarkan. Tahun ini total anggaran untuk bantuan iur yang dikeluarkan Pemkab Bantul sebesar sekitar Rp23 miliar.
Disinggung soal kemungkinan menanggung iuran peserta mandiri dari warga Bantul yang menunggak, Helmi mengaku perlu mengkajinya. "Harus menghitung kemampuan APBD dulu. Kalau sepanjang keuangan daerah memungkinkan nggak masalah," kata Helmi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
“Untuk pemadaman sekarang, ada tiga helikopter yang sudah beroperasi untuk pemadaman titik api, terutama di kelerengan yang tidak bisa dijangkau oleh pasukan,"
Dokter mikrobiologi klinik Andrew Adhytia Lieputra mengingatkan penggunaan masker, vaksinasi, dan kebersihan tangan bantu cegah influenza tipe A.
BPS DIY mencatat 40% penduduk dengan pengeluaran terendah menyumbang 16,91% konsumsi per Maret 2026. Fenomena downgrading turut disoroti.
WJNC 2026 dinilai bukan sekadar karnaval, tetapi ruang kebersamaan warga. Tahun ini WJNC mengusung tema Gana Kalajaya dan masuk Top 10 KEN.
The Social Reckoning karya Aaron Sorkin mengungkap sisi gelap Facebook, algoritma, dan The Facebook Files melalui Frances Haugen dan Jeff Horwitz.
Indonesia membangun ekosistem plasma nasional untuk memenuhi kebutuhan obat derivat plasma dan mengurangi ketergantungan impor.