Sempat Hilang, Mbah Ikem Ditemukan Selamat di Dasar Sumur Tua

Proses evakuasi Mbah Ikem dari dasar sumur di Dusun Klampis, Desa Pengasih, Kecamatan Pengasih, Sabtu (31/8/2019). - Ist/BPBD.
01 September 2019 12:17 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, PENGASIH--Warga Dusun Klampis, Desa Pengasih, Kecamatan Pengasih, digegerkan dengan hilangnya Paikem, 67 warga setempat, Sabtu (31/8/2019). Saat dilakukan pencarian, perempuan yang biasa disapa Mbah Ikem itu ternyata berada di dasar sebuah sumur di belakang rumahnya.

Mbah Ikem pertama kali ditemukan oleh sang cucu, Ariyanto sekitar pukul 21.00 WIB. Sebelumnya keluarga beserta warga mencari keberadaan Mbah Ikem yang telah hilang sejak Sabtu sore. "Biasanya kalau keluar rumah, sore itu sudah pulang, tapi kemarin sampai malam tidak ada kabar, akhirnya kami lakukan pencarian," kata Ariyanto, Sabtu malam.

Pencarian menyasar sejumlah titik yang biasa didatangi Mbah Ikem, mulai dari pekarangan rumah hingga kediaman para tetangga. Namun sampai malam tidak membuahkan hasil. Hingga Ariyanto mendengar teriakan minta tolong dari belakang rumah. Ia lantas mendatangi sumber suara yang ternyata berada di dalam sumur tua yang sudah tidak digunakan. "Saat saya datangi ternyata itu suara simbah yang ada di dalam sumur," ujarnya.

Ariyanto bersama warga semula hendak melakukan evakuasi mandiri. Namun karena keterbatasan alat serta untuk meminimalisir risiko timbulnya korban jiwa, mengingat kedalaman sumur hingga delapan meter, mereka lantas meminta bantuan sejumlah pihak, antara lain Palang Merah Indonesia (PMI) Kulonprogo, TNI, Kepolisian Sektor Pengasih, Basarnas Yogyakarta DIY, Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah VI Sermo dan TRC BPBD Kulonprogo.

Tak berselang lama tim evakuasi datang. Sekitar satu jam tim gabungan berhasil mengangkat Mbah Ikem dengan selamat meski kondisi korban saat itu lemas. Korban kemudian dirujuk ke RSUD Wates, untuk mendapatkan perawatan.

Dokter piket RSUD Wates Digdo Aji Raharjo menerangkan tidak ditemukan luka serius di tubuh korban. Hanya lecet di beberapa bagian. Oleh tim medis, Mbah Ikem diberi obat penurun panas, oksigen, dan cek darah.

Berdasarkan pemeriksaan, korban diketahui memiliki penyakit jiwa, dalam hal ini depresi gejala psikotik. Ada dugaan keberadaan Mbah Ikem di dasar sumur merupakan aksi percobaan bunuh diri yang disebabkan oleh depresi. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, Mbah Ikem diharuskan melakukan konsultasi dengan dokter kejiwaan. Pihak RSUD Wates juga berencana membawa yang bersangkutan untuk menjalani pengobatan di Rumah Sakit Ghrasia Yogyakarta.