Tiga Desa di Gunungkidul Ajukan Operasi Pasar Sembako

Aktivitas jual beli di operasi pasar murah yang dilaksanakaan di Bantul, beberapa waktu lalu - David Kurniawan/Harian Jogja
02 September 2019 20:02 WIB Rahmat Jiwandono Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Tiga desa mengajukan operasi pasar kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gunungkidul. Ketiga desa itu masing-masing Desa Kepek, Kecamatan Wonosari; Desa Bleberan, Kecamatan Playen; dan Desa Tepus, Kecamatan Tepus.

Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Gunungkidul, Yuniarti Ekoningsih, mengatakan ketiga desa tersebut mengajukan operasi pasar beras masing-masing sebanyak satu ton, tetapi yang terserap hanya 600 kilogram. Minimnya daya serap tak lepas dari banyaknya pengajuan yang melebihi daya serap. "Operasi pasar ini digelar Disperindag DIY. Ke depan kami mengimbau desa yang mengajukan operasi pasar harus memperhatikan daya serap," katanya, Senin (2/9/2019).

Menurut dia, pada Agustus 2019 hanya Desa Jurangjero, Kecamatan Ngawen, yang mengajukan operasi pasar. Dia berharap semua pemerintah desa segera mengajukan operasi pasar murni kepada Disperindag. "Jangka waktunya hanya sampai September ini," katanya.

Ia menyampaikan sebelum diadakan operasi pasar murni Disperindag Gunungkidul sudah memberitahu kepada 18 kecamatan di Gunungkidul terkait dengan tahap pengajuan operasi pasar. Cara pengajuannya pun sangat mudah, tinggal menghubungi salah satu petugas Disperindag Gunungkidul. Dengan adanya operasi pasar murni masyarakat bisa menikmati kebutuhan pokok beras dengan kualitas terbaik dengan harga murah.

Jika seluruh desa melakukan pengajuan, operasi pasar murni bisa dilakukan di dua titik di desa yang berdekatan. "Harapannya operasi pasar merata untuk seluruh wilayah," kata dia.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag DIY, Yanto Aprianto, menyatakan Bulog bersama Disperindag DIY menggelar operasi pasar dengan menyasar seluruh desa di DIY. Operasi pasar yang dilakukan berupa beras premium dengan berat lima kilogram seharga Rp8.100 per kilogram. "Kami juga membawa gula, minyak dan tepung produksi Bulog. Tetapi untuk beras premium dengan harga murah memang program kami," tutur Yanto.

Dia menjelaskan sasaran dari operasi pasar ini ialah seluruh desa yang ada di DIY hingga September 2019. Dengan begitu, ia meminta seluruh desa yang ada koorperatif mengajukan permohonan untuk diadakannya operasi pasar murni. "Kuota kami tidak terbatas dalam operasi pasar murni ini," katanya.