Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Letkol Inf Wiyata Sempana Aji memberi kenang-kenangan berupa karikatur kepada Kolonel Arh Zaenudin dalam Lepas Sambut Dandim 0734 Kota Jogja, di Balaikota, Selasa (3/9/2019). /Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA-Ketugasan Letkol Inf Wiyata Sempana Aji sebagai Dandim di Komando Distrik Militer (Kodim) 0734 Kota Jogja berakhir pada Selasa (3/9/2019). Ia digantikan oleh Kolonel Arh Zaenudin, seremoni Lepas Sambut Kodim 0734 Kota Jogja digelar di Grha Pandawa, Kompleks Balaikota Jogja.
Dalam seremoni Lepas Sambut ini terlihat beberapa pejabat dan tokoh hadir, seperti Walikota Jogja, Haryadi Suyuti, Wakil Walikota Jogja, Heroe Poerwadi, Kapolresta Jogja, Kombes Pol Armaini, Ketua Sementara DPRD Kota Jogja, Danang Rudiatmoko, Walikota Jogja Periode 2001-2011, Herty Zudianto dan sejumlah kepala OPD.
Dalam sambutannya, Dandim yang bertugas di Kodim 0734 Kota Jogja selama enam bulan ini mengungkapkan meski terbilang singkat, periode bertugas di Kota Jogja memberi banyak pengalaman berharga. Pasalnya terhitung dari Maret lalu, ia langsung dihadapkan pada hiruk-pikuk pemilu dan dilanjutkan dengan agenda TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).
Ia melihat saat pemilu, meski Jogja termasuk daerah dengan kerawanan konflik tinggi, namun berkat kerja sama TNI, Polisi dan Pemkot, kondisi di Kota Jogja bisa terkendali. “Forkompinda solid, didukung dengan Kapolresta yang tegas. Semua knalpot blombongan dibabat habis,” ujarnya.
Di Jogja ia juga mengaku banyak belajar soal seni dan budaya yang berkembang di masyarakat. Termasuk bagaimana potensi seni budaya bisa diangkat menjadi daya tarik wisata. “Dari segi histori juga sangat kuat, karena Jogja tercatat sempat menjadi Ibukota Indonesia,” kata dia.
Potensi ini ia eksplorasi dengan TMMD tahap 2 yang berlangsung di Kelurahan Sorosutan, Kecamatan Umbulharjo. Selama satu bulan ia bersama ratusan personelnya membaur dengan masyarakat dan komunitas, melaksanakan pembangunan fisik dan non fisik. Puncaknya dihelat Sorosutan gumregah, yang menampilkan beragam potensi seni budaya di masyarakat.
Dandim 0734 Kota Jogja pengganti, Kolonel Arh Zaenudin, sebelumnya bertugas sebagai Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IV Diponegoro, Semarang. Menduduki posisi Dandim di Kota Jogja, ia tercatat menjadi Dandim pertama dengan pangkat Kolonel.
“Saya sampaikan kulonuwon untuk masuk wilayah Jogja. Sebelumnya saya tidak pernah bermimpi untuk menjadi Dandim di Kota Jogja. Saya mohon dukungan bapak-ibu semua, mudah-mudahan selama di Jogja bisa melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya,” ucapnya.
Dalam kesempatan ini Walikota Jogja, Haryadi Suyuti, memaparkan kondisi dan isu terkini Kota Jogja untuk memberi gambaran wilayah ketugasan Kolonel Arh Zaenudin. Beberapa yang ia sebutkan diantaranya YIA di Kulonprogo yang akan dinaikkan kapasitasnya sampai 86 penerbangan, juga soal kemacetan lalu lintas yang terjadi setiap akhir pekan.
“Ini lah Jogja pak Dandim, selamat bertugas. Selamat melakasanakan aktivitasnya di Kodim 0734. Kami dari Forkompinda siap mendukung ketugasan bapak di Kota Jogja,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Wonogiri mulai tinggalkan ketergantungan sektor pertanian, kini fokus kembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif untuk dongkrak ekonomi daerah.
Prediksi Bournemouth vs Man City Liga Inggris 2026, laga penentu gelar. The Citizens wajib menang demi menjaga peluang juara.
SPMB Jateng 2026 resmi diluncurkan. Daya tampung SMA/SMK negeri hanya 40 persen, gubernur tegaskan tak ada titip-menitip.
UGM dan KAGAMA berupaya manfaatkan rumah Prof Sardjito untuk kegiatan akademik di tengah isu penjualan aset bersejarah.
Kasus penembakan pemuda di Candisari Semarang terungkap. Polisi beberkan kronologi, motif pelaku, hingga peluang restorative justice.