Alat Ukur Pedagang Pasar Imogiri Ditera Ulang

Ilustrasi tera dan tera ulang. - JIBI
11 September 2019 22:17 WIB Rofik Syarif G.P Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Peranti ukur milik pedagang Pasar Imogiri Bantul ditera ulang. Peneraan ulang alat ukur, timbang, dan takar di pasar tersebut dilakukan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Metrologi Dinas Perdagangan (Disdag) Bantul selama dua hari, mulai dari Selasa-Rabu (10-11/9/2019).

Penera Ahli Muda UPT Metrologi Bantul Basari Alwi mengatakan tera ulang yang ia lakukan adalah untuk melindungi para pedagang dan konsumen. Lantaran pelaksanaan tera ulang di Pasar Imogiri hanya dilakukan dua hari, jika ada pedagang yang peranti ukurnya belum ditera ulang, dia meminta untuk membawanya ke Kantor UPT Metrologi Bantul.

Tera ulang, kata dia, perlu dilakukan untuk menjamin kualitas ukur dari peranti yang dimiliki oleh pedagang. Dengan begitu, hasil ukur peranti tersebut bisa terjamin, sehingga hak konsumen pun nantinya juga bisa dijamin.

Dia tak menampik kewalahan dalam menera ulang peranti ukur di Pasar Imogiri. Betapa tidak, jumlah peranti ukur yang ada di pasar tersebut mencapai lebih dari 1.200 unit. “Sedangkan kami hanya mampu menera ulang sekitar 46 alat ukur.” ujar dia, Rabu.

Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Indonesia (APPI) Pasar Imogiri Bantul Darmanto mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul dalam melakukan tera ulang langsung di pasar tradisional. Meski begitu dia berharap tahun depan perwakilan pedagang diberikan undangan untuk musyawarah tentang kapan akan dilakukan tera ulang serta biaya yang ditetapkan juga harus dibicarakan dengan perwakilan pedagang. “Selain itu kalau bisa dari pemerintah juga membawa timbangan untuk mengganti pedagang minimal 10 unit,” ujar dia.