Mahasiswa KKN STPI Bina Insan Mulia Gelar Workshop Alat Permainan Edukatif

Mahasiswa KKN-PPL Integratif XIV STPI Yogyakarta berfoto bersama Redaktur Harian Jogja, Laila Rochmatin (ketiga dari kiri), dalam kunjungan di Kantor Harian Jogja, Jumat (13/9/2019). - Harian Jogja/Sunartono.
13 September 2019 18:47 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Mahasiswa KKN-PPL Integratif XIV Sekolah Tinggi Pendidikan Islam (STPI) Yogyakarta akan menggelar workshop tentang permainan edukatif di Aula Balai Desa Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, pada Senin (16/9/2019). Kegiatan itu digelar untuk memotivasi guru TK agar kreatif dalam memanfaatkan berbagai barang di sekelilingya menjadi alat permainan edukatif.

Ketua Kelompok KKN –PPL Kelompok 3 STPI Bina Insan Mulia Alifia Intan Sekar menjelaskan kegiatan itu akan diikuti sebanyak 60 guru anggota Ikatan Guru Raudhotul Athfal (IGRA) di Kabupaten Sleman. Pihaknya sengaja memilih tema tentang permainan edukatif, karena masih banyak guru TK yang kurang maksimal dalam memanfaatkan barang di sekitarnya sebagai alat permainan untuk mendukung pembelajaran.

“Kegiatan workshop ini merupakan puncak dari kegiatan KKN-PPL kami, kalau workshopnya gratis untuk peserta, pemateri juga dari dosen ahli, “ terangnya saat berkunjung ke Kantor Harian Jogja, Jumat (13/9/2019).

 Panitia Workshop Asmarani Rosita Sari menambahkan, dalam workshop tersebut, secara khusus dipilih kertas sebagai salah satu bahan untuk membuat media pembelajaran. Kertas sengaja dipilih karena sangat mudah didapatkan, serta bisa digunakan untuk beragam bentuk permainan edukatif. Dalam workshop tersebut, para guru akan dilatih untuk membuat berbagai cara membuat permainan edukatif dari bahan kertas. Melalui metode ini diharapkan guru TK dapat mempraktikkan ilmu membuat permainan edukatif itu kepada para siswanya.

“Kertas itu nanti bisa dipakai berbagai bentuk permainan edukatif, bisa diubah jadi berbagai bentuk bangun, nah nanti guru dituntut kreatif dengan bahan kertas, dituntut kreatif memanfaatkan barang bekas di sekelilingnya untuk bahan permainan edukatif,” ucapnya.

Panitia Workshop lainnya, Supriyati mengatakan, melalui kegiatan itu diharapkan pula peserta bisa mendapatkan manfaat dari hal kecil berupa barang di sekitarnya untuk diubah menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi siswa. Sehingga guru tidak terpaku pada buku pelajaran semata, namun harus kreatif membuat berbagai macam permainan edukatif.

“Ini untuk memotivasi guru agar memahami kemampuan diri untuk menggunakan alat peraga edukatif. Apalagi di kurikulum 2013 ini guru dituntut untuk bisa memanfaatkan barang di sekelilingnya sebagai media pembelajaran,” kata mahasiswa STPI Bina Insan Mulia ini.