Bukan Mahasiswa UNY, Ini Penjelasan RSUP Dr Sardjito tentang Warga Jepang yang Dirawat di Ruang Isolasi
Seorang WNA asal Jepang dirawat di RSUP Dr Sardjito, dia datang ke RSUP Dr Sardjito pada Selasa (3/3/2020) sekitar pukul 15.00 WIB.
Nelayan melabuhkan kapalnya di Pantai Gesing, Girikarto, Panggang, Gunungkidul, DIY./Bisnis Indonesia-Rachman
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Gunungkidul berupaya meningkatkan ketersediaan ikan agar masyarakat semakin gemar makan ikan. DKP juga memastikan stok di telaga maupun perairan umum darat lainnya tetap ada. "Tujuannya agar masyarakat mudah mendapat ikan," kata Kepala DKP Gunungkidul, Krisna Berlian, saat ditemui Harian Jogja, Minggu (15/9/2019).
Upaya lain yang dilakukan agar masyarakat di Gunungkidul semakin gemar makan ikan yaitu sosialisasi di sekolah, mulai dari TK hingga SMA/SMK. Sosialisasi dilakukan lantaran tingkat konsumsi ikan masih sangat rendah, khususnya bagi anak dalam usia pertumbuhan. Sejauh ini capaian tingkat konsumsi ikan di Gunungkidul berada di peringkat ketiga di DIY. "Di Gunungkidul tingkat konsumsi ikan masih berkisar 19 kilogram per kapita per tahun," ucap dia.
Krisna menyatakan tingkat konsumsi ikan DIY masih jauh dari target nasional yakni 21,54 kilogram per kapita. Sedangkan target konsumsi ikan secara nasional 55 kilogram per tahun pada 2019. "Rendahnya tingkat konsumsi ikan ini menjadi tantangan bagi DKP DIY secara keseluruhan," katanya.
Krisna mengatakan salah satu manfaat makan ikan yakni tingginya kandungan vitamin serta Omega 3 yang mempengaruhi daya pikir. Dengan begitu masyarakat bisa punya daya saing apabila terbiasa makan ikan.
Anggota DPRD Gunungkidul, Suharno, mengatakan rendahnya tingkat konsumsi ikan di Gunungkidul tak bisa dilepaskan dari kebiasaan dan budaya. Menurutnya, kondisi perekonomian, zaman dan kondisi alam sangat berpengaruh. “Dulu masyarakat kesulitan membeli ikan karena tingkat perekonomian yang rendah dan ketersediaan ikan yang sulit diperoleh. Tetapi sekarang perekonomian warga sudah jauh meningkat dan ketersediaan ikan sangat banyak. Warga banyak yang memelihara dan menjual ikan," katanya.
Dengan begitu ia beharap agar masyarakat semakin gemar makan ikan. "Konsumsi ikan tidak harus yang mahal ," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang WNA asal Jepang dirawat di RSUP Dr Sardjito, dia datang ke RSUP Dr Sardjito pada Selasa (3/3/2020) sekitar pukul 15.00 WIB.
BPBD Bantul siapkan Rp20 juta untuk antisipasi El Nino. Potensi kekeringan dan kebakaran mulai dipetakan sejak dini.
Prabowo kunjungi Museum Marsinah Nganjuk, soroti sejarah buruh Indonesia dan perjuangan hak pekerja serta penghormatan pahlawan nasional.
BNNP DIY perkuat pencegahan narkoba dengan kearifan lokal dan sinergi masyarakat untuk wujudkan Yogyakarta bersih narkoba.
Kompetisi 76 Indonesian Downhill 2026 hadir lebih ekstrem di Bantul. Trek baru lebih curam, cepat, dan menantang rider elite.
Wisata Gunungkidul ramai 41.969 pengunjung saat libur panjang. PAD tembus Rp516 juta, pantai masih jadi favorit wisatawan.