Ahli Waris Pekerja Padat Karya Sleman Terima Santunan Rp74 Juta dari BPJamsostek
Ahli waris pekerja padat karya di Sleman menerima santunan JKM Rp74 juta. Capaian UCJ Sleman hingga Oktober 2026 mencapai 36,48%.
Ilustrasi jalan tol./JIBI-Nicolous Irawan
Harianjogja.com, JOGJA—Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum segera mengajukan permohonan penetapan lokasi (penlok) jalur tol yang melewati wilayah Kulonprogo. Jalur tol di kabupaten ini kemungkinan akan melewati 16 desa.
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) mengatakan Bina Marga saat ini terus melakukan finalisasi pengajuan izin penetapan lokasi (IPL) untuk tol yang melewati Kulonprogo. “Posisi sekarang adalah usulan penetapan lokasi dari Dirjen Bina Marga ke Gubernur DIY. Sebentar lagi usulan penlok diajukan,” katanya, Senin (16/9/2019).
Sebelumnya, Dirjen Bina Marga sudah mengajukan permohonan IPL untuk trase atau sumbu jalan tol yang menghubungkan Solo-Jogja dan Jogja-Bawen. IPL untuk kedua trase tersebut sudah disampaikan pada pekan lalu. Saat ini IPL tersebut masih diproses oleh Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) DIY.
Kepala Dispertaru DIY Krido Suprayitno mengatakan permohonan IPL yang diajukan oleh Dirjen Bina Marga hanya untuk ruas jalan tol yang menghubungkan antara Solo-Jogja-Bawen. Sementara untuk ruas jalan tol yang melewati Kulonprogo belum diajukan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral DIY Hananto Hadi Purnomo mengatakan finalisasi untuk jalur tol yang melewati Kulonprogo masuk tahap akhir. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo menginingkan ada tiga exit toll. Keinginan tersebut sudah dipenuhi.
“Kami sudah memfasilitasi rencana Pemkab Kulonprogo untuk memindahkan ibu kota menjadi Wates Baru, dengan exit toll. Jalur [di Kulonprogo] sudah hampir final,” katanya.
Selain itu, dua exit toll yang akan dibangun di Kulonprogo adalah di gerbang menuju ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sentolo dan jalan menuju Bandara Internasional Yogyakarta atau Yogtakarta International Airport (YIA).
“Jalan tol berada di sisi utara jalur rel kereta api, banyak yang elevated, menyambung ke pinggiran kawasan Menoreh menyambung ke jalur Cilacap,” katanya.

Trase tol yang melewati Kulonprogo akan melewati 16 desa, yakni Hargomulyo, Karang Wuluh, Janten, Kebonrejo, Temon Kulon, Temon Wetan, Kaligintung, Kulur, Hargorejo, Wates, Pengasih, Sendangsari, Kaliagung, Donomulyo, dan Banguncipto. Sebagian besar tol yang melewati Kulonprogo dibangun melayang (elevated) dan sebagian lainnya di tanah (at grade). Tol melayang akan berada di Desa Temon Wetan, Kaligintung, Kulur, Hargorejo, Karangsari, Wates, dan Sendangsari. Sementara, tol at grade akan melewati Hargomulyo, Karang Wuluh, Janten, Kebonrejo, Temon Kulon, Pengasih, Kaliagung, Donomulyo, dan Banguncipto.
Peta tersebut sudah beredar luas. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Kabupaten Kulonprogo Agus Langgeng Basuki enggan merespons pertanyaan terkait trase tol yang melewati Kulonprogo.
Tol yang akan melewi Kulonprogo adalah Tol Jogja-Cilacap yang menyambung dengan Tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ahli waris pekerja padat karya di Sleman menerima santunan JKM Rp74 juta. Capaian UCJ Sleman hingga Oktober 2026 mencapai 36,48%.
Luka Modric mengakui AC Milan layak kalah 2-4 dari Bologna. Ia menyoroti performa babak kedua dan meminta tim segera bangkit jelang derbi.
Tanggal 30 Oktober memperingati lima hari penting, mulai Hari Oeang Republik Indonesia, HUT Humas Polri, hingga National Text Your Ex Day.
SIM Keliling Jogja Jumat 30 Oktober 2026 melayani malam hari di Alun-Alun Kidul. Simak jadwal, lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM.
Cek jadwal perpanjangan SIM Kulonprogo 30 Oktober 2026 di MPP, lengkap dengan jadwal Satpas 1450, SIMENOR, SIM Keliling, dan syaratnya.
Jadwal SIM Gunungkidul 30 Oktober 2026, cek lokasi SIM Station Dhaksinarga, jam layanan, syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.