Advertisement
Direlokasi, PKL Taman Denggung Keluhkan Omzet Turun
Beberapa gerobak pedagang kaki lima (PKL) kuliner yang sudah berjualan di sentra kuliner baru yang berada di sisi selatan Pasar Beran, Kecamatan Sleman, Selasa (24/9/2019). - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Pedagang kaki lima (PKL) kuliner Taman Denggung, Kecamatan Sleman, yang kini sudah menempati lokasi baru di selatan Pasar Beran, Sleman, mengeluhkan penurunan omzet.
Seperti diketahui, sejak Kamis (19/9/2019) lalu, sebanyak 32 PKL kuliner yang biasa menggelar lapaknya di Taman Denggung direlokasi ke sentra kuliner baru yang berada di sisi selatan Pasar Beran. Hal itu bagian dari rencana penataan Taman Denggung sebagai ruang terbuka hijau yang dimanfaatkan sebagai salah satu ruang publik di Kabupaten Sleman.
Advertisement
Salah satu pedagang angkringan, Widiyati, 60, mengaku setelah berjualan di lokasi yang baru, omzetnya memang turun lumayan drastis. Jika di Taman Denggung, setiap hari dia bisa mengantongi uang Rp100.000-Rp200.000, namun kini pendapatan yang ia terima sangat minim. “Dalam sehari, bisa dapat Rp20.000 saja sudah bagus,” kata dia, Selasa (24/9/2019).
Pedagang lainnya, Kasidi, 42, mengeluhkan hal yang sama. Pedagang bakwan Kawi itu mengaku sejak menempati bangunan baru, omzetnya anjlok hingga lebih dari 50%. "Dulu sehari bisa sampai Rp400.000. Tetapi sekarang cuma Rp150 ribu, paling banyak Rp200 ribu," ujar pria yang sudah 15 tahun berjualan di Taman Denggung tersebut.
BACA JUGA
Penurunan omzet tesebut, kata Kasidi, disebabkan masih banyaknya pelanggan yang belum tahu bahwa pedagang yang biasa berjualan di Taman Denggung, kini telah pindah tempat.
Itulah sebabnya, dia berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) lebih mempromosikan keberadaan sentra kuliner baru di selatan Pasar Beran itu. “Misalnya bisa dengan cara menggelar acara hiburan di sini [lokasi sentra kuliner],” ucap dia.
Adapun soal kelayakan tempat, dia mengaku sentra kuliner yang baru ia tempati, lokasinya jauh lebih layak. Selain dilengkapi atap untuk peneduh, di bangunan tersebut juga tersedia fasilitas penunjang, seperti lampu penerangan, setop kontak listrik, serta tempat cuci piring.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Pasang Penghalang di Rel Kereta Api, Warga Dipolisikan PT KAI
Advertisement
Masuk Jepang Wajib JESTA 2026, Ini Biaya dan Cara Daftarnya
Advertisement
Berita Populer
- Hasto-Wawan Apresiasi Penggerak Sampah Hingga UMKM
- Biaya Korban Ledakan SAL di Teras Malioboro Ditanggung Pengelola
- Pengakuan Pedagang Nuthuk Terungkap, Wisata Pantai Depok Terimbas
- Open House, Warga Rela Antre Demi Bersalaman dengan Sultan HB X
- Saluran Limbah Meledak di Teras Malioboro Jogja, Tiga Orang Terluka
Advertisement
Advertisement




