Gapura Keistimewaan DIY Direncanakan Berdiri di Perbatasan Rongkop
Pemda Gunungkidul mendukung pembangunan gapura penanda keistimewaan DIY di perbatasan Rongkop-Wonogiri. Desain bertema Cahaya Pradipta disiapkan menjadi ikon ba
Ilustrasi Palang Merah Indonesia/Harian Jogja-Kusnul Isti Qomah
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Ketua PMI Gunungkidul, Iswandoyo, mengapresiasi partisipasi pelajar dalam pelaksanaan Bulan Dana PMI 2019. Tahun ini PMI berhasil mengumpulkan dana Rp478.408.083.
“Dana yang dikumpulkan berhasil melampaui target. Awalnya kami hanya menargetkan Rp375 juta, tapi setelah bulan dana ditutup, penerimaan yang masuk mencapai Rp478 juta,” katanya di sela-sela kegiatan penutupan Bulan Dana PMI di Bangsal Sewokoprojo, Wonosari, Selasa (24/9/2019).
Menurut dia, penerimaan yang melebihi target ini tidak lepas dari partisipasi masyarakat. Selain masyarakat umum, dalam kegiatan ini PMI mendapatkan sumbangan dari pelajar. “Para pelajar sangat antusias karena dengan sukarela menyisihkan uang saku untuk menyumbang. Total dari sumbangan pelajar, PMI mendapatkan dana Rp75 juta,” katanya.
Mantan Camat Wonosari ini menuturkan dari sisi penerimaan jumlah sumbangan dari pelajar masih kalah dari masyarakat umum. Hanya, partisipasi pelajar sudah baik karena dalam menyumbang tidak dibebankan nominal. “Beda dengan setiap kepala keluarga yang dibebankan Rp2.000, kalau pelajar secara sukarela tanpa melihat nominal,” katanya,
Iswandoyo menuturkan partisipasi dari pelajar merupakan bentuk kepedulian sosial di masyarakat sangat tinggi. Selain ikut dalam penggalangan dana, pelajar juga sering ikut dalam kegiatan penanganan kebencanaan di Gunungkidul. “Saat terjadi banjir bandang di wilayah Gunungkidul beberapa waktu lalu, banyak siswa yang menjadi sukarelawan dalam memberikan pertolongan,” katanya.
Rencananya hasil penggalanan dana ini bakal digunakan untuk menutup biaya operasional PMI selama setahun. Dalam setahun PMI Gunungkidul membutuhkan dana Rp4 miliar. “Itu operasional keseluruhan. Untuk menutupi biaya, selain dari pengalangan dana, juga melalui donatur hingga hibah. Kami bersyukur hingga saat ini operasional bisa terpenuhi,” katanya.
Kepala Disdikpora Gunungkidul, Bahron Rasyid, mengatakan partisipasi pelajar selama Bulan Dana PMI merupakan hal yang menggembirakan. Pasalnya, dengan kegiatan ini anak-anak berlatih untuk peduli terhadap kegiatan sosial sejak kecil. “Dengan peduli terhadap keadaan sosial juga sebagai upaya membentuk pendidikan karakter pada anak,” kata Bahron.
Menurut dia kegiatan anak-anak dengan PMI tidak sebatas penggalangan dana karena banyak yang ikut dalam organisasi Palang Merah Remaja (PMR). “Ini memberikan manfaat yang positif dan anak bisa ke depannya bisa menjadi sukarelawan di PMI,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda Gunungkidul mendukung pembangunan gapura penanda keistimewaan DIY di perbatasan Rongkop-Wonogiri. Desain bertema Cahaya Pradipta disiapkan menjadi ikon ba
Kemenkeu menyiapkan pertemuan dengan pimpinan BI usai Perry Warjiyo mengundurkan diri sebagai Gubernur Bank Indonesia.
Pemkab Kulonprogo mengeluhkan minimnya keterlibatan dalam program MBG dan menyoroti sebaran SPPG yang belum merata di wilayahnya.
Kabupaten Bantul akan memasok 250 ton sampah per hari untuk mendukung operasional PSEL Piyungan yang ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2028.
Xpeng melakukan recall 33.473 unit X9 di China akibat potensi kebocoran pada suspensi udara depan. Perbaikan gratis akan dimulai pada 28 Agustus 2026.
" kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya DPRD Sleman mempelajari strategi komunikasi publik yang diterapkan Pemerintah Kota Surabaya,"