Pemkab Bandung Menimba Ilmu di Disdag Bantul

Kepala Dinas Perdagangan dan Industri Kabupaten Bandung Popi Hopipah menyerahkan plakat kepada Sekretaris Disdag Bantul Priyo Harwijayanto, Kamis (26/9/2019). - Harian Jogja/Kiki Luqmanul Hakim
26 September 2019 21:27 WIB Kiki Luqmanul Hakim Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) Dinas Perdagangan (Disdag) Bantul yang berpredikat A membuat pemerintah dari kabupaten lain merasa perlu menimba ilmu ke dinas tersebut. Salah satunya adalah Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Kepala Dinas Perdagangan dan Industri Kabupaten Bandung Popi Hopipah mengatakan selain studi banding soal AKIP, dinasnya juga ingin mengetahui inovasi-inovasi apa saja yang dilakukan oleh Disdag Bantul hingga mendapatkan predikat yang baik.

“Tadi saat pertemuan, kami ditunjukkan inovasi-inovasi baru yang bisa kami terapkan di tempat kami. Contohnya regulasi tentang pasar di sini yang sudah jelas. Ternyata di sini juga lebih banyak pasar milik pemerintahnya daripada pasar milik desa, di tempat kami justru kebanyakan pasar desa,” kata Popi ditemui seusai acara studi banding Dinas Perdagangan dan Industri Kabupaten Bandung di Kantor Disdag Bantul, Kamis (26/9/2019).

Inovasi lainnya yang bisa dicontoh, kata dia, adalah penerapan e-money di pasar tradisional yang ada di Bantul. Menurutnya e-money sangat efektif untuk meminimalkan praktik pungutan liar yang biasa ditemukan di bagian retribusi.

Tidak hanya Dinas Perdagangan dan Industri Kabupaten Bandung yang mendapatkan ilmu, Disdag Bantul juga mendapakatkan pengetahuan tentang pengemasan produk usaha kecil dan menengah (UKM). Selain itu Disdag Bantul juga belajar tentang pemasaran menggunakan mobil keliling.

“Tadi kami bertukar ilmu untuk menuju kinerja yang lebih baik lagi, kami sangat berterima kasih kepada Dinas Perdagangan dan Industri Kabupaten Bandung yang sudah bertukar ilmu dengan Disdag Bantul,” kata Sekretaris Disdag Bantul Priyo Harwijayanto.