Golkar Bantul Buka Peluang Warga Luar Daerah dalam Penjaringan Balon Bupati

Ilustrasi Partai Golkar - JIBI
06 Oktober 2019 06:57 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Partai Golkar Bantul mulai melakukan penjaringan terbuka untuk mencari figur bakal calon (balon) bupati dan wakil bupati Bantul yang akan bertarung dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2020 mendatang. Partai berlambang pohon beringin ini membuka kesempatan bagi semua warga yang ingin maju dalam Pilkada termasuk warga dari luar Bantul.

Kami terbuka bagi siapa pun yang memiliki komitmen tinggi ingin membangun Bantul lebih baik dan harus siap menang,” kata Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Bantul Bidang Organisasi, Keanggotaan dan Pemberdayaan (OKP), Heru Sudibyo, Sabtu (5/10).

Heru mengatakan, partainya tidak membatasi hanya putra daerah Bantul, namun juga warga luar daerah yang memiliki komitmen membangun Bantul. “Kalau ada putra daerah yang potensial dan memiliki elektabilitas yang tinggi ya diutamakan,” ucapnya.

Hingga saat ini pihaknya belum memutuskan mendukung tokoh tertentu. Namun hingga saat ini sudah ada beberapa tokoh yang sudah membangun komunikasi dengan Partai Golkar, di antaranya Dewata Eka Putra, Kompol Kusila, dan Agus Santoso. Selain itu Golkar juga komunikasi dengan sejumlah tokoh seperti Suharsono, Abdul Halim Muslih, Joko Wuryanto, Sagiran, dan Bambang Wisnu Handoyo.

Tidak hanya tokoh, namun Golkar juga rajin berkomunikasi dengan sejumlah partai politik yang bisa diajak koalisi dalam pilkada. Heru menyadari partainya tidak cukup kursi untuk mengusung paket balon bupati dan wakil bupati sendiri, sehingga harus berkoalisi dengan partai lainnya.

Heru menyatakan komunikasi dilakukan hampir dengan semua partai. Namun yang paling intens dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Gerindra, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN), dan Nasdem.

Ketua DPD Golkar Bantul, Paidi mengatakan saat ini banyak tokoh potensial untuk didukung dalam pilkada Bantul 2020 mendatang, bahkan beberapa tokoh sudah mendeklarasikan siap maju. Ia mempredikasi pasangan balon bupati dan wakil bupati Bantul diikuti lebih dari dua pasangan. “Kami berharapnya tiga pasangan calon, syukur bisa sampai empat pasangan calon karena bisa banyak pilihan bagi masyarakat,” kata Paidi.

Sebelumnya, DPC PDIP Bantul merilis sejumlah nama yang masuk dalam penjaringan pada awal September 2019 lalu. Tiga nama yang masuk penjaringan tertutup adalah Abdul Halim Muslih, Bambang Wisnu Handoyo, dan Joko Purnomo. Sedangkan tiga nama lain yang muncul dalam penjaringan terbuka antara lain Kuswoyo, Agus Santoso dan Kompol Kusilah.

Nama-nama tersebut bahkan diklaim sudah bersedia mengisi biodata kesiapan dicalonkan sebagai kepala daerah. Abdul Halim Muslih menyatakan hasil penjaringan PDIP merupakan kehormatan baginya. Ia mengatakan jelang pilkada semua partai politik akan melakukan penjaringan bakal calon dan tidak menutup kemungkinan partai lainnya juga menjaring nama yang sama.