Bangun Karakter lewat Pameran Pendidikan

Ilustrasi Pendidikan. - Harian Jogja
08 Oktober 2019 16:17 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Sebagai salah satu pengembangan pendidikan karakter, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Jogja menggelar Pameran Pendidikan dengan tema Kita Tingkatkan Penguatan Pendidikan Karakter dan Budaya Prestasi untuk Jogja Istimewa yang digelar di Taman Pintar, Selasa-Sabtu (8-12/10/2019).

Kepala Disdik Kota Jogja, Budi Asrori, mengatakan dalam pameran tersebut sebanyak 41 sekolah mulai dari TK-SMP sederajat menunjukkan keunggulan sekolah masing-masing. “Mereka memamerkan karya setiap sekolah, diantaranya sudah dilombakan sampai tingkat nasional,” ujar dia.

Dia melihat Jogja sebagai Kota Pendidikan, tapi masih sering terjadi insiden antarpelajar seperti tawuran, klithih dan lainnya. Oleh sebab itu menurut dia pendidikan karakter sangat diperlukan bagi siswa-siswi agar tidak mudah terjerumus pada dunia kekerasan pelajar. “Selain itu harus berkoordinasi antara pendidikan di sekolah,pendidikan keluarga dan pendidikan masyarakat. Tanpa ketiganya, pendidikan tidak akan berhasil. Sebagus apapun pendidikan di sekolah, kalau keluarga tidak mendukung ya tidak berhasil,” ujarnya.

Kegiatan ini, kata dia, juga merupakan pelaksanaan program Pemkot Jogja, yakni Gandes Luwes. Dia menjelaskan saat ini sedang menyiapkan kurikulum Gandes Luwes. Meski demikian ia melihat sudah banyak sekolah yang telah mempraktilkan. “Keunggulan-keunggulan produk lokal dalam kaitannya budaya itu sudah ada, seperti karawitan, dolanan anak, sastra Jawa dan sebagainya. Mereka sudah melaksanakan, hanya belum tersistematiskan dalam aturan. Mudah-mudahan minggu ini sudah bisa,” ucap dia.

Salah satu sekolah yang mengikuti pameran ini adalah SMPN 5 Jogja. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 5 Jogja, Siti Istanti, menjelaskan sekolahnya menampilkan beragam karya ilmiah peserta didik yang diwadahi dalam Ekstrakurikuler Pikir. “Kelompok Pikir merupakan Kelompok pengembangan bakat dan prestasi siswa di bidang karya ilmiah, baik IPA maupun IPS,” kata dia.

Peserta lain, yakni SD Pangudi Luhur, menampilkan karawitan yang merupakan satu dari 18 ekstra kurikuler di sana. Wwaka Kurikulum SD Pangudi Luhur, Adrianus Sugiarta, menjelaskan mengembangkan karawitan di kalangan anak-anak adalah tantangan tersendiri di tengah laju modernitas. Untuk itu, para pelatih berusaha menggunakan lagu-lagu yang pas dan menarik untuk anak-anak.

Selain karawitan, dalam pameran ini secara bergantian setiap harinya akan ditampilkan beberapa ekstrakuler lain, diantaranya membatik, akustik, biola, melukis dan lainnya. “Kalau yang lain menampilkan barang, kami menampilkan live performance,” ujar dia.