Imunisasi Anak Sekolah di Gunungkidul Tembus 96,8%, Penyisiran Masih Berlanjut
BIAS Gunungkidul mencapai 96%. Dinkes terus melakukan penyisiran untuk meningkatkan cakupan vaksinasi siswa kelas 1, 2, dan 5.
Ilustrasi Bunuh Diri
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Komisi D DPRD Gunungkidul menilai upaya pencegahan bunuh diri belum efektif. Hal itu terlihat dari jumlah kasus yang terjadi di tahun ini belum menunjukkan tanda-tanda penurunan.
Anggota Komisi D DPRD Gunungkidul, Ridha Mustofa, mengatakan kinerja Satgas Berani Hidup yang dibentuk Pemkab masih butuh dimaksimalkan karena upaya pencegahan dinilai belum efektif. Menurut dia, sosialisasi yang dilakukan selama ini belum mengena sehingga jumlah kasus bunuh diri masih tinggi. “Ada informasi jumlah kasus justru naik. Ini membuktikan kinerja satgas belum efektif,” kata Ridho, Jumat (18/10/2019).
Dia mengungkapkan peran satgas harus dimaksimalkan. Selain intensitas sosialiasi lebih ditingkatkan, jumlah sukarelawan juga harus diperbanyak. Selama ini, kata Ridho, sukarelawan di setiap desa masih sangat minim sehingga upaya pencegahan belum menyentuh ke masyarakat lebih jauh. “Minimal di desa ada 10 sukarelawan. Selain itu, sosialiasi juga harus dilakukan hingga tingkat dusun,” katanya.
Ridho mengungkapkan, dirinya pernah memiliki pengalaman membantu menyadarkan warga yang mencoba bunuh diri. Menurut dia, melalui pendekatan secara intensif akhirnya warga tersebut tidak lagi berniat mengakhiri hidup dengan bunuh diri. “Diberikan pendampingan dan pendekatan spiritual keagamaan ternyata korban bisa hidup normal dan tidak ada niat untuk bunuh diri lagi,” katanya.
Senada diungkapkan oleh Anwarudin, anggota Komisi D DPRD Gunungkidul lainnya. Menurut dia, partisipasi masyarakat masih minim karena hanya di seputaran lingkup perangkat desa. Guna memaksimalkan peran dalam pencegahan, berbagai komunitas harus diajak karena tren bunuh diri tak hanya dilakukan oleh orang tua, tapi juga menyasar kalangan muda. “Jadi jangan hanya terpaku pada tim dari pemerintah, tapi coba ajak komunitas seperti anak motor, anak band dan lain sebagainya. Mungkin dengan cara ini akan lebih mengena karena ada unsur kesamaan dalam hal hobi sehingga bisa berkomunikasi dengan baik,” katanya.
Aktivis LSM Inti Mata Jiwa (Imaji), Wage Dhaksinarga, mengatakan untuk tahun ini kasus bunuh diri di Gunungkidul cenderung naik. Hal ini terlihat dari jumlah kasus yang sampai awal Oktober mencapai 25 kejadian. “Dibandingkan tahun lalu jelas lebih banyak,” katanya.
Dia berharap tidak ada kasus bunuh diri lagi di tahun ini. Untuk pencegahan, Pemkab harus berkomitmen agar kasus tidak terus bertambah. “Regulasi untuk pencegahan sudah ada, tapi juga harus diimbangi dengan anggaran yang memadai sehingga pelaksanaan bisa lebih efektif,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BIAS Gunungkidul mencapai 96%. Dinkes terus melakukan penyisiran untuk meningkatkan cakupan vaksinasi siswa kelas 1, 2, dan 5.
Astra Financial memperkuat literasi keuangan UMKM DIY agar lebih tertib mengelola arus kas dan siap mengakses pembiayaan resmi.
Persija vs Persib di SUGBK, Sabtu 12 September 2026 pukul 15.30 WIB. Simak susunan pemain resmi, formasi, dan rekor pertemuan terakhir.
Benny dan Fayyadh, ayah-anak asal DIY, mengikuti SiBakul Jogja Sport & Fest 2026 setelah rutin berlari bersama tiga kali sepekan.
Daftar susunan pemain PSS Sleman vs Madura United 12 September 2026. Cleberson jadi kapten PSS, sementara Lulinha masuk daftar cadangan Madura.
Bapanas menegaskan bansos beras tahap II 2026 harus diterima utuh tanpa pungutan. Cek syarat, penerima, dan cara mengambilnya.