Memprihatinkan! Pencegahan Belum Optimal, Jumlah Kasus Bunuh Diri Cenderung Meningkat

Ilustrasi Bunuh Diri
18 Oktober 2019 15:12 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Komisi D DPRD Gunungkidul menilai upaya pencegahan bunuh diri belum efektif. Hal itu terlihat dari jumlah kasus yang terjadi di tahun ini belum menunjukkan tanda-tanda penurunan.

Anggota Komisi D DPRD Gunungkidul, Ridha Mustofa, mengatakan kinerja Satgas Berani Hidup yang dibentuk Pemkab masih butuh dimaksimalkan karena upaya pencegahan dinilai belum efektif. Menurut dia, sosialisasi yang dilakukan selama ini belum mengena sehingga jumlah kasus bunuh diri masih tinggi. “Ada informasi jumlah kasus justru naik. Ini membuktikan kinerja satgas belum efektif,” kata Ridho, Jumat (18/10/2019).

Dia mengungkapkan peran satgas harus dimaksimalkan. Selain intensitas sosialiasi lebih ditingkatkan, jumlah sukarelawan juga harus diperbanyak. Selama ini, kata Ridho, sukarelawan di setiap desa masih sangat minim sehingga upaya pencegahan belum menyentuh ke masyarakat lebih jauh. “Minimal di desa ada 10 sukarelawan. Selain itu, sosialiasi juga harus dilakukan hingga tingkat dusun,” katanya.

Ridho mengungkapkan, dirinya pernah memiliki pengalaman membantu menyadarkan warga yang mencoba bunuh diri. Menurut dia, melalui pendekatan secara intensif akhirnya warga tersebut tidak lagi berniat mengakhiri hidup dengan bunuh diri. “Diberikan pendampingan dan pendekatan spiritual keagamaan ternyata korban bisa hidup normal dan tidak ada niat untuk bunuh diri lagi,” katanya.

Senada diungkapkan oleh Anwarudin, anggota Komisi D DPRD Gunungkidul lainnya. Menurut dia, partisipasi masyarakat masih minim karena hanya di seputaran lingkup perangkat desa. Guna memaksimalkan peran dalam pencegahan, berbagai komunitas harus diajak karena tren bunuh diri tak hanya dilakukan oleh orang tua, tapi juga menyasar kalangan muda. “Jadi jangan hanya terpaku pada tim dari pemerintah, tapi coba ajak komunitas seperti anak motor, anak band dan lain sebagainya. Mungkin dengan cara ini akan lebih mengena karena ada unsur kesamaan dalam hal hobi sehingga bisa berkomunikasi dengan baik,” katanya.

Aktivis LSM Inti Mata Jiwa (Imaji), Wage Dhaksinarga, mengatakan untuk tahun ini kasus bunuh diri di Gunungkidul cenderung naik. Hal ini terlihat dari jumlah kasus yang sampai awal Oktober mencapai 25 kejadian. “Dibandingkan tahun lalu jelas lebih banyak,” katanya.

Dia berharap tidak ada kasus bunuh diri lagi di tahun ini. Untuk pencegahan, Pemkab harus berkomitmen agar kasus tidak terus bertambah. “Regulasi untuk pencegahan sudah ada, tapi juga harus diimbangi dengan anggaran yang memadai sehingga pelaksanaan bisa lebih efektif,” katanya.