Skrining TBC Gunungkidul Belum Optimal, Kesadaran Warga Jadi Kendala
Skrining TBC di Gunungkidul baru menemukan 411 kasus dari target 1.148 hingga Agustus 2026. Kesadaran warga menjadi salah satu kendala.
Ilustrasi. /Reuters
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Program Ayo Tunda Usia Menikah Mengawali Gerakan Semangat Gotong Royong Cegah Stunting (Ayunda Si Menik Makan Sego Ceting) makin diakui oleh Pemerintah Pusat. Setelah masuk masik dalam Top 99 Inovasi Pelayanan Publik, program ini bisa menembus 45 program inovasi seluruh Indonesia. Diharapkan, keberhasilan tersebut dapat memaksimalkan dalam upaya mencegah pernikahan dini.
Bupati Gunungkidul, Badingah, bangga dengan program Ayuda Si Menik Makan Sego Ceting karena berhasil masuk dalam Top 45 Inovasi Pelayanan Publik di Indonesia. Menurut dia, keberhasilan ini menjadi tantangan agar program bisa lebih dimaksimalkan sehingga dapat menjangkau ke seluruh wilayah. “Harus dioptimalkan sehingga peran dalam pencegahan pernikahan dini dapat ditingkatkan,” katanya kepada wartawan, Rabu (16/8/2019).
Dia menjelaskan tantangan dalam pencegahan pernikahan dini semakin berat. Hal ini tidak lepas dengan adanya revisi Undang-Undang Pernikahan, di mana seluruh pengantin diwajibkan minimal berusia 19 tahun. “Kami harus terus bekerja keras agar pernikahan dini bisa ditekan,” katanya. Badingah berharap inovasi dalam pelayanan public terus dikembangkan dan menjadi salah satu kegiatan prioritas dalam bidang reformasi birokrasi.
Ketua DPRD Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, mengatakan jajarannya mendukung penuh upaya Pemkab dalam mengatasi permasalahan pernikahan dini dan pencegahan stunting. Guna mendukung program ini, DPRD siap membuat kebijakan prioritas di tahun depan dengan menyusun Raperda Ketahanan keluarga. “Diharapkan dengan perda ini bisa mewujudkan keluarga di Gunungkidul bahagia dan sejahtera tanpa ada permasalahan sosial seperti stunting atau pernikahan dini,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Skrining TBC di Gunungkidul baru menemukan 411 kasus dari target 1.148 hingga Agustus 2026. Kesadaran warga menjadi salah satu kendala.
PSS Sleman kebobolan tujuh gol dari tiga laga Super League. Pieter Huistra mengakui catatan itu terlalu banyak dan harus diperbaiki.
Menkes Budi Gunadi Sadikin membahas kondisi keuangan BPJS Kesehatan, suntikan Rp20 triliun, hingga kualitas layanan rumah sakit.
Polisi membekuk Gembel, spesialis pencuri pompa sumur bor yang terungkap beraksi di 19 TKP di Gunungkidul dan Bantul.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji meminta ASN meninggalkan kebiasaan lama dan memperkuat target pembangunan, termasuk kemiskinan dan pengangguran.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.