Gunungkidul Targetkan 20 Cagar Budaya Baru, 15 Sudah Dikaji
Dinas Kebudayaan Gunungkidul menargetkan 20 cagar budaya baru pada 2026. Sebanyak 15 objek kini masuk proses kajian dan penetapan
Ilustrasi. /Reuters
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Program Ayo Tunda Usia Menikah Mengawali Gerakan Semangat Gotong Royong Cegah Stunting (Ayunda Si Menik Makan Sego Ceting) makin diakui oleh Pemerintah Pusat. Setelah masuk masik dalam Top 99 Inovasi Pelayanan Publik, program ini bisa menembus 45 program inovasi seluruh Indonesia. Diharapkan, keberhasilan tersebut dapat memaksimalkan dalam upaya mencegah pernikahan dini.
Bupati Gunungkidul, Badingah, bangga dengan program Ayuda Si Menik Makan Sego Ceting karena berhasil masuk dalam Top 45 Inovasi Pelayanan Publik di Indonesia. Menurut dia, keberhasilan ini menjadi tantangan agar program bisa lebih dimaksimalkan sehingga dapat menjangkau ke seluruh wilayah. “Harus dioptimalkan sehingga peran dalam pencegahan pernikahan dini dapat ditingkatkan,” katanya kepada wartawan, Rabu (16/8/2019).
Dia menjelaskan tantangan dalam pencegahan pernikahan dini semakin berat. Hal ini tidak lepas dengan adanya revisi Undang-Undang Pernikahan, di mana seluruh pengantin diwajibkan minimal berusia 19 tahun. “Kami harus terus bekerja keras agar pernikahan dini bisa ditekan,” katanya. Badingah berharap inovasi dalam pelayanan public terus dikembangkan dan menjadi salah satu kegiatan prioritas dalam bidang reformasi birokrasi.
Ketua DPRD Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, mengatakan jajarannya mendukung penuh upaya Pemkab dalam mengatasi permasalahan pernikahan dini dan pencegahan stunting. Guna mendukung program ini, DPRD siap membuat kebijakan prioritas di tahun depan dengan menyusun Raperda Ketahanan keluarga. “Diharapkan dengan perda ini bisa mewujudkan keluarga di Gunungkidul bahagia dan sejahtera tanpa ada permasalahan sosial seperti stunting atau pernikahan dini,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Kebudayaan Gunungkidul menargetkan 20 cagar budaya baru pada 2026. Sebanyak 15 objek kini masuk proses kajian dan penetapan
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 27 September 2026 dari Palur menuju Jogja/Tugu tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 27 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
DPRD Gunungkidul menegaskan Perubahan APBD 2026 harus berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar besarnya anggaran.
HP mulai bermasalah? Kenali tanda pada layar, baterai, dan suhu sebelum memutuskan mengganti perangkat.
Bangun siang bisa memengaruhi ritme sirkadian, jadwal tidur, konsentrasi, suasana hati, hingga rutinitas harian. Ini 13 dampaknya.