Suhu Panas di Jogja Tembus 36 Derajat, BMKG: Bakal Masih Terjadi Selama Oktober

Warga menutup sinar matahari yang menyinari muka saat matahari bersinar terik di musim kemarau. - Harian Jogja/Nina Atmasari
22 Oktober 2019 21:57 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-- Suhu panas di DIY pada siang hari menembus hingga 36 derajat celsius.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Staklim Mlati Sleman memprediksikan jika suhu panas diperkirakan terjadi hingga akhir Oktober ini. Hal itu terjadi karena monsun Australia masih kuat dan posisi Matahari masih dekat dengan pulau Jawa.

"Terjadinya suhu panas rekor suhu tertinggi dicapai kemarin menembus 35.8 derajat celsius atau 36 derajat celsius," kata Kepala BMKG Staklim Mlati Yogyakarta Reni Kraningtyas kepada Harianjogja.com, Selasa (22/10/2019).

Ia mengatakan berdasarkan data BMKG Staklim Mlati Yogyakarta, suhu udara permukaan menunjukkan penurunan nilai dibandingkan kemarin. Adapun suhu udara permukaan berkorelasi dengan kejadian angin puting beliung (dust devil) yang terjadi secara lokal.

"Hari ini tidak ada laporan dari BPBD DIY terjadi angin kencang di lereng Merapi seperti tanggal 21 kemarin," ujar Reni.

Reni menambahkan, dari citra radar juga tidak terpantau adanya objek atau partikel beterbangan yang ditimbulkan oleh angin kencang di lereng Merapi dimana ini terlihat pada tanggal 21 kemarin.

"Peningkatan kecepatan angin secara regional tidak hanya di DIY tetapi juga di wilayah Indonesia bagian selatan termasuk di Jateng terjadi karena penguatan monsun australia dimana penetrasinya hingga ke utara Jawa," jelasnya.

Berdasarkan analisa synoptik dan pantauan citra radar, kejadian angin kencang lokal di lereng Merapi sudah tidak terjadi lagi.